Jokowi Optimistis KITE IKM Tingkatkan Daya Saing Internasional

Ferdinand
30/1/2017 15:34
Jokowi Optimistis KITE IKM Tingkatkan Daya Saing Internasional
(ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)

PRESIDEN Joko Widodo optimistis, fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) yang diluncurkan Kementerian Keuangan melalui Dirjen Bea Cukai dapat meningkatkan daya saing produk IKM di pasar internasional.

Presiden meluncurkan fasilitas KITE IKM di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (30/1). Kendala utama pelaku IKM untuk bersaing di pasar internasional, seperti halnya perajin tembaga di Desa Tumang ialah biaya produksi yang tinggi.

Hal itu dikarenakan harga bahan baku dan barang modal yang tinggi, karena harus diimpor. Pembeliannya pun tidak langsung, tetapi melalui distributor. Dengan fasilitas KITE IKM, rantai pasok tersebut akan dipotong. Bea masuk dan PPN impor juga dibebaskan.

Hal itu akan berdampak langsung pada penurunan biaya produksi dengan estimasi antara 20%-25%. Jokowi menilai penurunan biaya produksi sebesar itu sangat bagus, karena akan menurunkan harga jual produk di pasar internasional.

Itu artinya, produk-produk yang dihasilan IKM akan memiliki daya saing lebih tinggi. Menurut Jokowi, dari hasil kalkulasi kalau harga jual sebelumnya US$500, dengan fasilitas KITE IKM ini bisa turun menjadi US$300.

Hal ini merupakan lompatan yang besar sekali. Dengan penurunan biaya produksi 20%-25%, produk IKM Indonesia akan bisa bersaing lebih bagus lagi dengan Iran, India yang memiliki kemiripan. "Kalau harga produk kita bisa lebih di bawah karena mendapatkan kemudahan dengan fasilitas KITE, ini akan memberikan daya saing yang sangat bagus. Turun 5% saja bagus, apalagi sampai 25%," katanya.

Oleh karena itu, Jokowi optimistis, kalau ini dijalankan betul-betul dan bisa dimanfaatkan dengan baik, daya saing akan lebih bagus di masa mendatang. Apalagi, produk IKM Indonesia memiliki keunggulan tersendiri
dari sisi nilai seni.

Namun, Jokowi mengingatkan para pelaku usaha untuk lebih kreatif dan inovatif dari sisi desain. Bahkan, bila perlu mereka dibimbing oleh desainer yang kompeten, supaya desain-desain tidak monoton.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta kepada kementerian terkait untuk terus memberikan perhatian kepada sektor IKM. Supaya kelak mereka bisa bertumbuh menjadi industri yang besar.

"Kalau yang besar-besar sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Tetapi, yang kecil-kecil ini harus diurus supaya menjadi besar," tegas Jokowi.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya