Pemimpin BUMN Wajib Punya Intuisi Bisnis Tajam dan Pro Rakyat

Fetry Wuryasti
25/1/2017 13:50
Pemimpin BUMN Wajib Punya Intuisi Bisnis Tajam dan Pro Rakyat
(ANTARA/Rosa Panggabean)

MENYADARI pentingnya peran pemimpin sebagai motor penggerak perusahaan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyelenggarakan Executive Leadership Program (ELP) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta (25/1).

Hadir sebagai pembicara dalam pembukaan tersebut antara lain Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menko Ekuin Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, Menkeu Sri Mulyani, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta Gubernur Lemhanas Agus Widjojo.

“ELP merupakan forum kepemimpinan yang diselenggarakan untuk menciptakan human capital BUMN yang berkarakter kuat, bersih dan mengedepankan nurani. ELP ini diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia BUMN dengan kepemimpinan yang visioner, professional dan memiliki wawasan kebangsaan. Pemimpin di BUMN tidak hanya harus memiliki intuisi bisnis yang tajam, tetapi juga pro kerakyatan, serta berwawasan global,” jelas Menteri BUMN Rini M Soemarno, melalui siaran pers yang diterima , Rabu (25/1).

Lebih jauh Menteri Rini menjelaskan, ELP bertujuan untuk meningkatkan daya saing BUMN melalui pengembangan sinergi antar BUMN. Mengusung tema Creating Global Leaders For Globalized SOEs!, ELP juga merupakan upaya untuk memperkuat efektivitas kepemimpinan yang berkesinambungan dalam menghadapi kompetisi global, mengingat peran BUMN vital dalam menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan dan penciptaan nilai.

ELP diikuti oleh seluruh direksi BUMN, direksi eks BUMN, Direktur Utama anak perusahaan BUMN tertentu, Direktur Utama perusahaan minoritas BUMN tertentu, & Komisaris Utama dari 7 BUMN yakni Pertamina, Bank Mandiri, Telkom, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Pelindo II, & Waskita Karya. Selain itu program ini juga diikuti oleh para pejabat eselon I & II Kementerian BUMN.

Rini menjelaskan, kehadiran ELP diharapkan dapat makin mendongkrak kinerja BUMN dalam menyokong roda perekonomian nasional. Dia memaparkan sejumlah capaian yang diraih BUMN sepanjang 2016.

“Total aset BUMN pada 2016 mencapai Rp 6.325 triliun, mengalami peningkatan sebesar 9,8% dibandingkan 2015. Kenaikan aset ini antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya investasi BUMN yang salah satunya dibiayai dengan tambahan PMN,” paparnya.

Menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik mulai kuartal kedua 2016, berdampak pada meningkatnya pendapatan BUMN sebesar 6% dibandingkan 2015. Begitu pula Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation And Amortization (EBITDA) dan Laba Bersih yang mengalami peningkatan masing – masing sebesar 11% dan 10%.

“Selain pendapatan BUMN yang meningkat pada 2016, total kerugian BUMN pada 2016 turun dari Rp 11 triliun menjadi Rp 6 triliun dengan jumlah BUMN rugi dari 21 menjadi 15 BUMN. Dengan kinerja yang semakin membaik, saya berharap ELP ini dapat dijadikan ajang untuk semakin memacu kinerja BUMN menjadi perusahaan kelas dunia,” tuturnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya