IHSG Menguat ke 7.377 di Tengah Tekanan Rupiah dan Net Sell Asing

Insi Nantika Jelita
10/4/2026 09:38
IHSG Menguat ke 7.377 di Tengah Tekanan Rupiah dan Net Sell Asing
Ilustrasi--Pengunjung merekam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan tren positif pada perdagangan Jumat (10/4). Indeks komposit tercatat menguat sekitar 0,40% ke level 7.377,63, melanjutkan tren kenaikan dari hari sebelumnya yang ditutup pada posisi 7.307.

Meski grafik menunjukkan kenaikan, kondisi pasar modal Indonesia dinilai belum sepenuhnya stabil. Hal ini dipicu oleh masih rendahnya kepercayaan investor asing terhadap aset domestik. Berdasarkan data perdagangan terbaru, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup signifikan mencapai Rp1,8 triliun pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap pasar keuangan kian terasa seiring dengan melemahnya nilai tukar Mata Uang Rupiah yang kini bergerak mendekati level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analisis Pasar: Reli yang Masih Rapuh

Head of Research and Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan IHSG saat ini masih bersifat semu dan rentan terhadap koreksi. Menurutnya, pergerakan indeks sangat bergantung pada dinamika global jangka pendek.

"Ini menandakan kepercayaan asing terhadap aset Indonesia belum sepenuhnya pulih. Reli IHSG saat ini masih tergolong rapuh dan sangat bergantung pada sentimen global, seperti kabar de-eskalasi konflik AS–Iran serta koreksi harga minyak dunia," ujar Rully dalam keterangan resminya, Jumat (10/4).

Selain faktor eksternal, Rully menyoroti sejumlah ganjalan domestik yang menghambat penilaian ulang (rerating) pasar saham Indonesia ke arah yang lebih optimistis. Beberapa faktor tersebut meliputi stabilitas nilai tukar, prospek pertumbuhan ekonomi global yang melambat, serta terbatasnya ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga. (Z-1)

Ringkasan Indikator Pasar (10 April 2026)

Indikator Posisi/Nilai Keterangan
IHSG 7.377,63 Naik 0,40%
Aksi Investor Asing Rp1,8 Triliun Jual Bersih (Net Sell)
Mata Uang Rupiah ~Rp17.100/USD Tertekan/Melemah
Sentimen Utama Global & Domestik Konflik AS-Iran & Suku Bunga
Catatan Redaksi: Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar mengingat posisi rupiah yang masih tertekan dan ketergantungan indeks pada isu geopolitik global.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya