Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2016 mengalami penurunan. Faktor yang mendorong penurunan antara lain pemerintah mampu menjaga inflasi tetap rendah, yang berpengaruh langsung pada tingkat harga bahan makanan.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan pada September 2016 jumlah orang miskin di Indonesia tercatat sebanyak 27,76 juta orang atau sebesar 10,7%. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2016 sebanyak 28 juta atau sebesar 10,86%, selama enam bulan terjadi penurunan sebesar 0,25 juta orang.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy), jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 0,75 juta orang.
"Penurunan ini memang tipis, tetapi sudah ada penurunan di sana. Secara komposisi menurut kota dan desa dapat dilihat bahwa masih ada disparitas yang tinggi antara kota dan desa, dari persentase 10,7% pada September, penduduk miskin di desa mencapai 13,96% dan di kota mencapai 7,73%," jelas Suhariyanto dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.
Ditambahkannya, peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar ketimbang peran komoditas bukan makanan. Pada September 2016 komoditas makanan menyumbang sebesar 73,19% pada garis kemiskinan, sedangkan nonmakan-an menyumbang 26,81%.
"Harga pangan harus dijaga sebab pengaruhnya bisa besar kepada pertumbuhan atau perkembangan penduduk miskin," jelas Suhariyanto.
Data BPS juga menyatakan inflasi Desember 2016 mencapai 0,42% atau yang terendah sejak 2010. Salah satunya karena kenaikan tarif angkutan udara menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.
Tarif angkutan udara memberikan andil terhadap inflasi Desember 2016 sebesar 0,11%. Tarif angkutan udara sendiri termasuk kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yang berkontribusi terhadap inflasi Desember 2016 mencapai 0,2%.
Sementara itu, kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,11%. Suhariyanto menilai inflasi dari kelompok itu relatif terken-dali. Komoditas-komoditas yang mengkhawatirkan akan menyumbang inflasi justru mengalami deflasi seperti cabai merah 0,09%, bawang merah 0,05%, dan tomat sayur 0,02%.
"Beras juga sangat stabil. Patut diapresiasi kerja keras dari beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian yang menyuplai bahan makanan dan Kementerian Perdagangan serta seluruh pihak lain," ujar Suhariyanto. Dari 82 kota yang disurvei BPS, 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota alami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 2,25% dan terendah di Padang Sidempuan dan Tembilahan masing-masing sebesar 0,02%. Deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,52% dan terendah di Tegal sebesar 0,09%.
"Kenaikan harga ikan tongkol selama Desember menjadi pemicu utama terhadap laju inflasi di Lhokseumawe," kata Kepala BPS Aceh Wahyudin di Banda Aceh. Sementara itu, di Manado deflasi dipicu turunnya harga tomat sayur sebesar 1,94%. (AU/Mtvn/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved