Iklim Ekstrem Hambat Perikanan Budi Daya

(Jes/E-3)
30/12/2016 03:40
Iklim Ekstrem Hambat Perikanan Budi Daya
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PRODUKSI perikanan budi daya tahun ini tidak mencapai target akibat perubahan iklim yang terbilang ekstrem. Dari target produksi 19,4 juta ton, realisasi sementara hingga Desember mencapai 15,8 juta, atau hanya 81,4% dari target senilai Rp95 triliun.

"Angka itu belum final karena masih menunggu data dari daerah. Namun, produksi tahun ini memang tidak bisa mencapai target. Hingga triwulan III 2016, produksi mencapai 13,2 juta ton atau Rp89 triliun. Iklim yang cukup ekstrem membuat menurun," ucap Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/12).

Fenomena La Nina membuat suhu air menurun. Untuk budi daya laut, curah hujan membuat kadar garam dan tingkat keasaman (pH) air menurun. "Itu mengganggu reproduksi ikan laut," jelas Slamet. Di 2017, KKP menargetkan produksi perikanan budi daya mencapai 21,9 juta ton, naik 38,6% dari realisasi tahun ini. "Itu senilai Rp100 triliun." Nilai produksi itu mayoritas masih akan disumbang komoditas udang yang memberi 60% andil dalam nilai produksi perikanan budi daya.

"Kenaikan nilai itu karena target produksi naik, bukan karena kenaikan harga," ujarnya. Di kesempatan terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto berharap keberpihakan pemerintah pada 2017.

"Beberapa kebijakan pemerintah berdampak negatif bagi investasi di sektor kelautan dan perikanan. Ada ketakutan nelayan untuk melaut. Jika memang ada kesalahan pengusaha dalam negeri, sebaiknya diproses secara hukum untuk menciptakan kepastian usaha," papar Yugi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya