Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUGIMIN berjalan tertatih menuntun sepeda tuanya. Jalan desa yang dilalui sebetulnya landai, tetapi faktor usia membuat warga Desa Sanggung, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu kepayahan.
Di pinggir sebuah sawah, pria berusia 70 tahun itu akhirnya berhenti. Tidak lama, rekannya sesama petani datang bergabung. Bagio, namanya. Usianya 2 tahun lebih tua daripada Sugimin. Keduanya mengaku sebetulnya tidak kuat lagi untuk bertani.
"Tapi anak kami emoh jadi petani," ujar Sugimin soal alasannya bertahan.
Begitu pun, ia tidak heran mengapa tiga putra dan dua orang putrinya tidak mau jadi petani.
Rata-rata petani di sana hanya memiliki lahan 1.250 meter persegi atau masuk kategori petani guram (lahan di bawah 0,25 hektare).
Dengan hasil panen bagus, petani pun hanya bisa mengumpulkan pendapatan kotor Rp3,5 juta-Rp4 juta. Akan tetapi, angka itu bahkan sekarang sulit diperoleh.
Tono, 35, ialah salah seorang generasi muda di Desa Sanggung yang tidak lagi ke sawah. Bapak tiga anak yang lahir di keluarga petani itu memilih menjadi buruh pabrik tekstil.
Hal serupa terjadi di daerah lumbung padi, Karawang, Jawa Barat. "Tidak mau," kata Nur Samsi singkat ketika ditanya keinginannya menjadi petani, Selasa (20/10).
Nur yang berasal dari keluarga petani memilih menjadi buruh pabrik di Cikarang.
Pilihan pria 40 tahun itu memang dapat dimengerti melihat pertumbuhan pabrik yang juga menggerus persawahan di Karawang. Bahkan 3/4 sawah sang ayah, Udam Muhtadin, juga telah dicaplok perusahaan yang berencana mendirikan pabrik.
Ancaman kelangkaan petani juga terjadi di daerah lumbung padi lainnya, yakni di Sragen, Jawa Tengah. Hanya tinggal orang tua yang bertahan dengan pendapatan minim hasil memeras keringat di sawah.
Di Sragen pula terlihat mengapa profesi petani seperti anak tiri di negeri ini. Petani pula yang harus jungkir balik sendiri mengatasi air Bendung Colo Timur yang menyusut.
Pendapatan yang tidak seberapa harus dipotong lagi biaya sumur pantek. Bantuan benih, pupuk, dan obat-obatan dari pemerintah pun tidak rutin diadakan.
Derita petani sesungguhnya nestapa bangsa di masa depan. Nantinya bukan hanya langka lagi mencari petani, negara ini pun akan terpaksa bergantung pada pangan impor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved