Fuchsia Pink untuk Merebut Hati Wanita

Jessica Sihite/E-1
24/10/2015 00:00
Fuchsia Pink untuk Merebut Hati Wanita
(MI/VIA)
APA yang harus dilakukan untuk mengalihkan preferensi konsumen dari satu jenis barang ke jenis lainnya?

Banyak cara bisa dilakukan, misalnya dengan menawarkan harga lebih murah, lebih pas isinya, kualitas yang lebih baik, atau kemasan yang lebih menarik.

Tiga cara terakhir itulah yang dipakai PT Pertamina (persero).

Sejak Mei lalu, BUMN tersebut mencoba menarik konsumen elpiji bersubsidi kemasan 3 kilogram (kg) agar beralih mengonsumsi elpiji bermerek Bright Gas.

Ketika pertama kali diluncurkan, Bright Gas beredar dalam kemasan 12 kg.

Kini, Pertamina mengedarkan Bright Gas dalam kemasan 5,5 kg.

Warna tabung dipilih fuchsia pink (merah muda keunguan) karena dinilai lebih menarik kaum hawa.

"Kami pakai survei dulu dan fuchsia pink dipilih karena menarik dan banyak ibu-ibu yang memilih ini," ucap Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, di sela acara peluncuran di Epiwalk Epicentrum, Jakarta, kemarin.

Produk elpiji nonsubsidi tersebut menyasar kalangan keluarga kecil, wanita karier, ibu rumah tangga, dan penghuni apartemen yang tidak terlalu sering memasak.

"Berat totalnya 12,6 kg. Lebih ringan daripada segalon air. Lebih mudah diangkat ibu-ibu," tutur Bambang.

Sebagai harga promosi, Pertamina mematok harga Bright gas 5,5 kg sebesar Rp66 ribu per tabung.

Masyarakat pun bisa memperoleh satu tabung Bright Gas 5,5 kg dengan menukarkan dua tabung elpiji 3 kg.

Bambang berharap produk baru Pertamina itu cukup mampu mengalihkan konsumsi elpiji bersubsidi ke nonsubsidi bagi masyarakat yang sebenarnya mampu secara finansial.

"Seperti pertalite yang menggeser konsumen premium ke pertalite. Akan tetapi, kita tidak akan menghilangkan elpiji 3 kg," terangnya.

Hingga akhir tahun ini, penjualan Bright Gas 5,5 kg ditargetkan mencapai 100 ribu tabung.

Tahun depan diperkirakan, sebanyak 5%-10% konsumen elpiji 3 kg beralih ke Bright Gas 5,5 kg.

"Dalam 3-4 tahun ke depan, kita menargetkan bisa mengurangi subsidi elpiji 23%. Syukur kalau bisa cepat," imbuh Bambang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan perpindahan konsumsi elpiji 3 kg ke 5,5 kg sebanyak 23% bisa menghemat subsidi elpiji sebesar Rp5,9 triliun.

"Setiap tahun kan anggaran subsidi elpiji sekitar Rp26 triliun. Kita berharap masyarakat yang sebenarnya mampu bisa berpindah. Dana itu kan bisa untuk membangun infrastruktur, kesehatan, dan lainnya," ucap Wiratmaja.

Sebelum peluncuran Bright Gas 5,5 kg, Bambang sempat mencetuskan akan ada tabung Bright Gas 5,5 kg berwarna oranye.

Jadi, bapak-bapak tidak perlu buru-buru kecewa.

Semoga Pertamina benar-benar merealisasikannya demi memenuhi preferensi konsumen dari golongan adam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya