PLN Dapat Kucuran Kredit Sindikasi Rp12 Triliun

(Adi/E-4)
20/12/2016 03:10
PLN Dapat Kucuran Kredit Sindikasi Rp12 Triliun
(ANTARA FOTO/HO/Bagus)

SINDIKASI lima bank dan satu lembaga pembiayaan memberikan pinjaman senilai Rp12 triliun kepada PT PLN (persero) Tbk. Sindikasi kredi­tur tersebut terdiri atas Bank Mandiri, BCA, BRI, Maybank Indonesia, Indonesia Eximbank, dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Rincian pinjaman tiap-tiap kreditur ialah Bank Mandiri Rp3,25 triliun, BCA Rp3,25 triliun, Maybank Indonesia Rp2 triliun, BRI Rp1 triliun, Indonesia Eximbank Rp500 miliar, dan Sarana Multi Infrastruktur Rp2 triliun. Dirut PT PLN Sofyan Basir memaparkan pinjaman dari sindikasi tersebut merupakan kredit investasi tahap dua dengan tenor 10 tahun. Perseroan itu, lanjut dia, bakal memakai pinjaman ini untuk belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun depan.

“Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai ke­perluan investasi di bidang pembangkit, transmisi, distribusi, dan sarana di Indonesia,” sebut Sofyan, di Jakarta, Senin (19/12). Sofyan menjelaskan suku bunga yang diberikan untuk kredit sindikasi ini ialah margin ditambah LPS rate. Pemberian kredit sindikasi ini pun tidak memiliki agunan khusus. Pada kesempatan serupa, komisaris independen PLN Darmono menambahkan capex ini berguna untuk membiayai seluruh proyek yang sudah melakukan konstruksi pada 2016 dan kemudian dilanjutkan pada 2017.

Dengan kucuran pinjaman tahap kedua itu, total pinjaman yang diberikan kepada PLN pada tahun ini mencapai Rp24 triliun lantaran sebelumnya perseroan itu juga mendapatkan pinjaman Rp12 triliun pada tahap satu. “Pinjaman tahap pertama sebanyak Rp12 triliun sudah terserap habis guna pembangunan kelistrikan,” sebut Darmono. Sementara itu, kepada wartawan, Sofyan menambahkan setiap tahun kebutuhan investasi kelistrikan di Tanah Air terus meningkat.

Karena itu, perseroan membutuhkan sumber dana dari berbagai institusi keuangan, baik dari internal perusahaan maupun pinjaman. Dukungan pendanaan menjadi sangat penting dalam merealisasikan program investasi yang telah direncanakan, pasalnya pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada komponen kelistrikan yang memadai. “Bukan hanya untuk pembangkit, melainkan dukungan terhadap infrastruktur lainnya, seperti transmisi dan gardu induk pun sangat besar sekali. Sebanyak 46 ribu km transmisi harus dibangun di seluruh Indonesia dan berbagai proyek tersebut membutuhkan investasi yang cukup besar,” tandas Sofyan. (Adi/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya