Menjaga Asa Keluarga Sangat Miskin

(Din/S-25)
20/10/2015 00:00
Menjaga Asa Keluarga Sangat Miskin
(Dok Kemensos)
"KEBANYAKAN dari mereka memang menerima bantuan yang ditawarkan, tapi ada  ang menolak karena tidak mau disebut keluarga sangat miskin (KSM)," sahut Carolina de Fretes kepada Media Indonesia di Ambon, beberapa waktu lalu. Perempuan yang direkrut sebagai pendamping keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) itu sadar bahwa ada harga diri yang terusik jika disebut terangterangan sebagai keluarga miskin. Namun, penolakan yang ditunjukkan seringkali berujung penyesalan karena mereka memang memerlukan perlindungan dari negara. Saat itulah keterampilan komunikasinya diuji.

"Saya selalu minta maaf dulu sebelum menyebut mereka dengan KSM sesuai dengan istilah yang digunakan dalam PKH karena saya harus menjaga perasaan mereka,"cetusnya.  Penjelasan tentang sebutan tu tak langsung disampaikannya saat awal perkenalan. Ia harus menjalin kedekatan terlebih dahulu agar masingmasing pihak merasa lebih nyaman. Untuk itu, ia rutin menggelar pertemuan baik dalam kelompok kecil maupun kunjungan pribadi ke rumahrumah penerima bantuan setiap bulan. "Saat mereka nyaman, mereka mau tanda tangani surat pernyataan bahwa mereka setuju dengan syarat yang diajukan," sambungnya. Tugas Caroline belum selesai setelah perjanjian disahkan. Ia bertanggung jawab memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukan dengan mendatangi sekolah ataupun fasilitas kesehatan yang diajak bekerja sama. Laporannya diteruskan ke pemerintah untuk bahan pertimbangan kelayakan lanjutan program tersebut di masa mendatang.

"Karena ini bantuan bersyarat, anak-anak mereka harus hadir di sekolah dan tidak boleh absen. Setiap balita harus diperiksa di posyandu setiap bulan dan para ibu hamil juga harus rajin memeriksakan kandungannya," jelasnya. Ia pula yang bertanggung jawab memotivasi para orangtua untuk memberi masa depan yang lebih baik untuk anak-anak mereka. Dengan memanfaatkan waktu pertemuan, ia menyisipkan ajakan untuk menjaga pola hidup sehat dalam keluarga lewat contoh-contoh sederhana. Ia juga mendorong para orangtua untuk merintis kemandirian dengan pemberian keterampilan.

Motivasi yang disampaikannya secara terus menerus itu mulai mengubah pola pikir sebagian keluarga yang ditunjukkan lewat usaha nyata memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. "Saya bilang ke mereka kalau moto PKH itu bahwa anak saya tidak boleh miskin seperti saya. Agar anak-anak tidak dicap seperti ibu bapaknya, ibu-ibu harus berusaha sekuat mungkin," ungkapnya. Pembekalan personel Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Andi Z A Dulung menyatakan  bahwa keberadaan pendamping sosial sangat penting dalam pelaksanaan PKH. Kehadiran mereka diperlukan untuk mengubah pola pikir kaum marjinal yang cenderung terbelakang. Karenanya, para pendamping harus dibekali keterampilan memotivasi masyarakat.

"Kemampuan yang pertama tentunya kemampuan  memvalidasi data. Berikutnya, kami ajari bagaimana untuk memotivasi orang lain. Belakangan, kami siapkan modulmodul tentang family development session untuk membekali mereka," terang Andi yang dihubungi terpisah. Karena itu, pendamping yang direkrut minimal harus bertitel sarjana dengan IPK minimal 2,75 dan berasal dari wilayah setempat. Setiap pendamping bertanggung jawab untuk mendampingi antara 200-300 kepala keluarga dalam satu wilayah. Jumlah pendamping PKH kini sekitar 12.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, tapi jumlah terbanyak berada di Jawa.

"Sejauh ini memang baru ada di kota-kota besar saja karena tempat penerima PKH tinggal itu harus ada infrastruktur kesehatan dan pendidikannya dulu baru bisa dilaksanakan. Kalau tidak ada, ya tidak bisa dipaksakan," imbuh Andi. Tahun depan, pemerintah berencana menambah 12.000 pendamping untuk mendukung rencana pemerintah memperbesar cakupan penerima PKH menjadi 6 juta kepala keluarga. Perhitungan tersebut agar bisa menyasar 11% kelompok warga miskin di Indonesia. "Pemerintah inginkan PKH ini nantinya bisa mencakup 25% kelompok masyarakat miskin pada 2018. Kalau menurut perhitungan kami, yang eligible untuk PKH itu sekitar 15,5 juta keluarga," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya