MUNGKIN ada sebagian orang yang tidak senang memiliki hewan peliharaan.
Namun, siapa yang menyangka membawa hewan peliharaan ke tempat kerja bisa mengurangi tingkat stres dan memberikan sentuhan relaksasi pada tubuh.
Huckletree, sebuah perusahaan penyedia layanan ruang kerja asal London, telah mengambil dan menerapkan teori tersebut dengan mendorong pekerja dan para entrepreneur untuk membawa anjing peliharaan mereka.
Ini mungkin terdengar gila, tapi peneliti di Universitas Virginia Commonwealth, Amerika Serikat (AS), menemukan membawa teman terbaik manusia ke tempat kerja--dalam hal ini hewan peliharaan--dapat mengurangi stres dan membuat pekerjaan lebih memuaskan bagi karyawan lainnya.
"Ketika orang melihat anjing di meja resepsionis, semua orang akan berhenti untuk bermain bersama anjing itu. Hal itu akan memberi orang kesempatan untuk menjauh sejenak dari hiruk pikuk dan mengambil napas," kata Manajer Komunitas Huckletree Rebecca Collins seperti dilansir The Guardian, Kamis (15/10).
Tidak hanya itu, di AS pun setiap Jumat di minggu-minggu terakhir Juni merupakan saat untuk memperingati Hari Membawa Anjing ke Tempat Kerja (Take Your Dog to Work Day).
Setiap karyawan perkantoran beramai-ramai membawa anjing peliharaan mereka untuk bermain bersama mengurangi stres di tempat kerja.
Cara lain yang dilakukan Huckletree untuk menjaga keceriaan karyawan mereka ialah dengan memiliki banyak tanaman di sekitar bangunan.
Psikolog dari University of Exeter menemukan fakta karyawan akan 15% lebih produktif saat tempat kerja mereka dihiasi beberapa tanaman hias.
Para karyawan yang aktif terlibat dengan lingkungan sekitar terbukti merupakan pekerja yang lebih baik.
Lain Huckletree, lain pula Yniche.
Perusahaan start-up bisnis kolektif yang berbasis daring dan juga berasal dari London itu setiap Senin pukul 10.00 selalu mengumpulkan karyawan di ruang rapat.
Mereka berkumpul bukan untuk brainstorming ide, melainkan untuk meditasi selama 10 menit.
Vincent Choi, sang pendiri perusahaan, mengklaim sesi mingguan telah membuat karyawan tidak hanya puas, tetapi juga lebih produktif.
Dia mengatakan stafnya sekarang datang dengan ide-ide yang lebih baik dan mendorong usaha kecil menengah untuk maju.
"Awalnya kami seperti terjebak dalam sebuah liang, tapi segera setelah kami mulai melakukan meditasi, tim kami mulai bekerja lebih produktif," kata Choi.
Stres sangat menguras produktivitas bisnis secara signifikan.
Menurut survei Global Benefit Attitudes yang dilakukan Towers Watson, karyawan penderita tingkat stres yang tinggi memiliki keterlibatan yang lebih rendah dan kurang produktif daripada mereka yang merasa lebih santai.
Untuk itu, banyak bisnis yang menguji dan melakukan berbagai cara untuk menumbuhkan kebahagiaan di tempat kerja.