Coca-Cola Amatil Indonesia Pacu Infrastruktur

Ire/E-1
08/12/2016 04:51
Coca-Cola Amatil Indonesia Pacu Infrastruktur
(ANTARA/Rosa Panggabean)

PRESIDEN Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Kadir Gunduz mengemukakan kenaikan komitmen investasi pihaknya dan The Coca-Cola Company (TCCC) untuk periode 3-4 tahun mendatang.

Jumlah investasi itu diestimasi sekitar US$400 juta-US$500 juta.

Hal itu ia sampaikan di sela kunjungan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Steve Ciobo, ke pabrik CCAI di Cibitung, Bekasi.

Kunjungan itu mengingat pabrik pengemasan, penjualan, dan distribusi itu merupakan investasi terbesar pebisnis Australia di luar negeri dengan kantor pusat Coca-Cola Amatil berada di Sydney.

Kadir mengatakan komitmen investasi itu ditujukan untuk membangun infrastruktur internal CCAI, mulai fasilitas manufaktur, mega-distribution centers, fasilitas mesin perform yang mengubah biji plastik menjadi kemasan botol, sampai penambahan lemari pendingin (cooler) ke toko-toko kelontong di pasar Indonesia.

"Untuk cooler saat ini sudah ada 350 ribu dan segera mencapai 500 ribu," jelas Kadir.

Komitmen investasi itu meningkat ketimbang komitmen pada periode sebelumnya, yakni US$400 juta.

Sementara itu, Ciobo yang juga didampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan pihaknya sangat bangga berkesempatan mengunjungi CCAI.

"Ini menunjukkan manfaat investasi Australia di luar negeri, yakni membuka lapangan kerja dan memberikan pendapatan kembali ke Australia," ungkap Ciobo seusai mengelilingi pabrik selama kurang lebih 1 jam.

Menurutnya, investasi selama kurang lebih 25 tahun CCAI berdiri, yakni US$1,5 miliar, berkontribusi untuk bisnis inti di Australia.

Pencapaian CCAI menjadi demonstrasi nyata kesepakatan investasi yang menguntungkan kedua pihak.

Saat ini CCAI memiliki delapan pabrik di Indonesia, yakni di Medan, Lampung, Cikedokan Cikarang Barat, Cibitung Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Bali.

CCAI juga memiliki sebanyak 11 ribu pegawai dan lebih dari 700 ribu pelanggan di Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya