Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN pertanian telah merevisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 26/016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras guna menjaga kestabilan harga di tingkat peternak dan konsumen. Beleid itu dianggap lebih kompleks karena mengatur penetapan harga ayam ras mulai dari day old chicken (DOC), harga ayam ras di tingkat peternak, hingga sampai di pasar.
“Harga DOC Rp4.800, harga ayam di peternak Rp18.000, dan di pasar Rp32 ribu per ekor. Ini untuk mestabilkan harga di tingkat peternak dan konsumen. Jadi disparitas harga tidak lagi tinggi,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seusai menandatangani aturan itu di Kantor Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, kemarin.
Revisi itu juga mengatur pasokan DOC dari produsen ke peternak mandiri. “Sebelumnya peraturan ini tidak ada. Tujuannya untuk memberdayakan peternak mandiri dan peternak integrator dapat berbisnis dengan nyaman,” ujar Ketua KPPU Syarkawi Rauf.
Secara detail, Syarkawi mengatakan produsen DOC kini harus memasok 50% hasil produksi mereka ke peternak mandiri dan 50% ke integrator. “Dulu perbandingannya bisa 10% : 90%. Dengan regulasi ini, peternak mandiri dapat jaminan pasokan yang seimbang,” terang Rauf.
Beberapa poin lainnya yang tertuang di dalam revisi tersebut ialah aturan perjanjian tentang jumlah pesanan, waktu pengiriman, cara pembayaran dan status kesehatan yang tidak terdapat di peraturan sebelumnya. Pelaku usaha dengan kapasitas produksi minimal 300 ribu ekor per minggu juga harus memiliki rumah potong hewan unggas (RPHU) yang memiliki fasilitas rantai dingin sebagaimana telah ditetapkan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.
Pengaturan afkir dini juga diatur dalam revisi permentan itu dengan catatan terjadi ketidakseimbangan permintaan dan persediaan.
“Tentu saja kami patuh. Kami ingin memberikan sebagian besar produksi untuk peternak mandiri. Memang DOC itu nantinya ada yang kami kelola sendiri atau dengan kemitraan, tetapi tidak akan lebih dari 50%,” ujar Senior Vice President PT Japfa Comfeed Indonesia Budiarto Soebijanto. (Pra/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved