Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI Superdamai 212 yang berlangsung tanpa adanya kericuhan memberikan sentimen positif bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia maupun nilai tukar rupiah diperdagangkan menguat sepanjang hari.
"Untuk investor, indikator politik dan keamanan sangat menentukan keputusan dan investasi. Jadi dengan melihat indikator keamanan yang tergambar dari demo yang aman itu mengindikasikan bahwa kondisi Indonesia baik untuk investasi," ujar pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, saat dihubungi, kemarin.
IHSG ditutup terapresiasi 47,20 poin atau 0,91% di level 5.245,96 setelah bergerak di kisaran 5.199,14-5.250,29.
Hal serupa juga dialami nilai tukar rupiah yang ditutup menguat 0,39% atau 53 poin ke posisi 13.512 per dolar AS, setelah sebelumnya dibuka menguat 0,30% atau 41 poin ke level Rp13.524 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan rupiah bergerak di kisaran 13.459-13.539 per dolar AS.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menjelaskan penguatan yang terjadi hari ini secara teknikal lebih dipicu faktor pelemahan rupiah yang sudah terjadi berhari-hari sebelumnya.
Namun, adanya penguatan komoditas mendorong pula penguatan rupiah.
"Walaupun belum terjadi capital inflow yang signifikan, dan pada akhirnya tetap terjadi capital outflow, tapi hal tersebut cukup membuat kecenderungan IHSG dan rupiah menguat," terangnya, kemarin.
Fundamen sehat
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menilai aksi demo tidak menggangu per-gerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Menurutnya, unjuk rasa di Indonesia merupakan hal yang biasa terjadi, bahkan setiap minggunya selalu ada demo di berbagai daerah.
Dengan demikian, volatilitas di pasar uang itu merupakan suatu hal yang biasa.
"Fundamen ekonomi Indonesia sudah kuat. Volatilitas saat ini lebih berdampak dari apa yang terjadi di Amerika Serikat (bukan aksi demo)."
Menko Perekonomian Darmin Nasution menekankan bahwa fundamen ekonomi Indonesia masih sangat sehat dan kuat.
Hal tersebut, menurut Darmin, lantaran di saat banyak ekonomi negara di dunia terdampak besar dengan berbagai faktor eksternal di dunia, Indonesia masih bisa bertahan tanpa dampak yang parah.
Darmin menekankan, sejauh ini pertumbuhan ekonomi kita relatif baik yakni 5,01%.
Meski sedikit ada kenaikan harga di November, inflasi nasional masih terjaga di kisaran 3%.
Pada neraca perdagangan, meski ekspor dan impor belum pulih, defisit neraca perdagangan terhadap PDB semakin menurun.
"Pada kuartal III itu bisa 1,8% terhadap PDB, sedangkan kuartal sebelumnya 2,2%. Selain CAD menurun, meski terjadi gonjang-ganjing di pasar modal, total neraca masih surplus, yang artinya cadangan devisa tentu naik. Sekarang itu sekitar US$115 miliar," terang Darmin di rumah dinasnya di Jakarta, kemarin.
Darmin juga memandang, meski terdapat tekanan internasional seperti Brexit dan terpilihnya Trump sebagai presiden AS, nilai tukar rupiah hanya terdepresiasi kecil ketimbang negara-negara lain.
Bahkan, menurut Darmin, secara year to date posisi rupiah bukan melemah, justru menguat tipis.
"Jadi kalau dilihat dari semua aspek yang ada, fundamen ekonomi kita sebetulnya kuat."
Sebaliknya, pengamat ekonomi Aviliani menyatakan adanya kekhawatiran birokrat bakal terjerat kasus korupsi dalam melaksanakan program pembangunan mengakibatkan perekonomian menjadi stagnan.
Hambatan itu harus dibenahi untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian 2017.
"Persepsi yang berkembang dalam melaksanakan kebijakan nantinya bakal terjadi korupsi, mengakibatkan ekonomi menjadi stagnan. Ini yang harus dibenahi di tahun mendatang. Banyak orang menghindari jadi pimpinan proyek karena takut terjerat korupsi," ujarnya dalam Seminar Outlook Ekonomi 2017 dengan tema Meningkatkan peran daerah dalam perekonomian nasional di Kota Malang, Jawa Timur, kemarin.
Ia juga mengungkapkan tiga tahun mendatang pembangunan infrastruktur sangat menentukan sebab daya saing sangat ketat karena Indonesia bakal menghadapi lawan berat.
(Arv/Dro/BN/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved