Daya Saing Kurang, Vietnam makin Mengancam

Dro/Arv/Ant/E-2
11/10/2015 00:00
Daya Saing Kurang, Vietnam makin Mengancam
(AP/Tran Van Minh)
POSISI Vietnam sebagai rival industri manufaktur Indonesia kian mengancam pascamasuknya negara itu dalam Trans-Pacific Partnership (TPP).

Sementara itu, Indonesia masih perlu memoles daya saingnya sebelum terlibat pakta serupa.

"Dari Asia Tenggara, yang ikut (TPP) itu Vietnam, Singapura, dan Malaysia. Yang jadi ancaman terbesar buat kita ialah Vietnam," ujar Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kompetisi makin berat karena 'Negeri Paman Ho' itu pun telah menamatkan negosiasi pakta perdagangan bebas (FTA) dengan Uni Eropa.

"Vietnam akan bisa akses ke pasar Eropa lebih besar dari AS karena ke lebih dari 20 negara dengan tarif 0%. Kita ketinggalan sekali," ucap Mendag.

Ia menambahkan, investor manufaktur akan lebih nyaman di Indonesia jika ada kepastian masuk TPP dan FTA Uni Eropa dalam 2-3 tahun.

Pekan silam, AS dan 11 negara lain, termasuk Australia, Cile, Kanada, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, dan Peru, menyepakati TPP setelah pembahasan 5 tahun.

Persekutuan perdagangan terbaru itu merepresentasikan 40% perdagangan dunia.

Dalam kesempatan berbeda, Dirjen Perdagangan Interna-sional Bachrul Chairi mengakui Indonesia butuh persiapan minimal 2 tahun sebelum ikut TPP.

Indonesia kini masih fokus di ASEAN yang disebutnya berencana membangun regional cooperation platform.

"Sudah setahun perundingan, sudah setengah jalan," ujarnya.

Menurut Bahcrul, selama ini antusiasme kementerian lain soal FTA relatif kurang dengan melihatnya sebagai ancaman ketimbang peluang.

"Itu tidak bisa disalahkan karena daya saing kita kurang akibat cost tinggi."

Pakar pemasaran Rhenald Kasali mengatakan ada plus minus jika Indonesia ikut TPP.

Sisi baiknya, Indonesia akan mudah menarik investor dengan adanya berbagai keringanan tarif dagang.

"Tapi itu juga bisa jadi minus karena kita ini pasar seksi. Jika daya saing tidak dikuatkan, pasar kita akan digempur," tuturnya di sela seminar PPM di Jakarta, kemarin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya