Kadin Minati Listrik Wilayah Terpencil

Tesa Oktiana Surbakti
29/11/2016 19:46
Kadin Minati Listrik Wilayah Terpencil
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

DISPARITAS rasio elektrifikasi antarwilayah relatif tinggi. Sebanyak 12.695 desa belum tersentuh listrik secara layak, dengan 2.519 desa di antaranya bahkan dalam kondisi gelap gulita.

Pemerintah sudah membuka keran keterlibatan swasta untuk terjun di sektor kelistrikan tersebut lantaran kemampuan APBN maupun PLN terbatas. Langkah itu langsung disambut oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang sudah menyatakan minat untuk melistriki desa dengan memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT).

“Kadin berminat melistriki daerah terpencil. Kami berusaha mengumpulkan dana US$8 miliar dari hibah dan pinjaman lunak untuk dapat terlibat dalam program tersebut,” terang Wakil Ketua Umum Kadin Bidang EBT dan Lingkungan Hidup Halim Kalla di sela-sela Rakernas Kadin, Selasa (29/11).

Penyediaan energi dengan memanfaatkan potensi EBT, sambung dia, diharapkan dapat menekan pengunaan energi fosil dan upaya mitigasi perubahan iklim.

Mengacu pada target rasio elektrifikasi nasional yang naik menjadi 97% pada 2019, menurut Halim, Kadin bahkan telah mencetuskan Program Energi Baru Nusantara sebagai komitmen mengakselerasi rasio elektrifikasi di daerah terpencil dan pedesaan.

Namun di sisi lain, Halim juga mengkritisi pentingnya optimalisasi alokasi dana desa dalam upaya menjamin kelistrikan daerah tersebut. Seperti diketahui, alokasi dana desa di seluruh Indonesia pada 2016 mencapai Rp47 trlliun. Rinciannya, desa berskala kecil menerima dana Rp600 juta dan berskala besar menerima Rp900 juta.

“Dana desa itu (mestinya) dapat dipakai sebagai penjamin atas investasi atau cicilan terhadap pembangkit listrik berbasis EBT, misalnya tenaga surya atau biomassa. Kita berharap pemerintah daerah juga segera merampungkan rencana umum energi daerah (RUED) agar potensi EBT dapat terpetakan dengan jelas," imbuhnya.

Salah satu masalah krusial dari keberadaan pembangkit ialah mengenai lahan. Seperti pembangkit listrik biomassa setidaknya membutuhkan lahan energi seluas 100-200 hektare untuk memasok 1 megawatt (MW). (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya