Harga beras Thailand terlebih dahulu naik mengantisipasi ekspor ke RI. KABAR mengenai dimenanginya tender penjualan beras ke Indonesia oleh Vietnam sebesar hampir 1 juta ton melonjakkan harga beras Vietnam di pasar internasional. Namun, Perum Bulog membantah pemerintah telah menggelar tender impor beras. Direktur Pengadaan Bulog Wahyu mengatakan belum ada keputusan ataupun penugasan kepada Bulog untuk melakukan impor beras.
"Masih belum ada keputusan impor dari negara mana pun, termasuk Vietnam. Yang ada baru penjajakan untuk impor saja," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin. Menurut Wahyu, penjajakan impor tersebut dilakukan untuk menyiapkan antisipasi apabila dampak El Nino berkepanjangan hingga menyebabkan kekeringan secara luas. Negara asal impor beras belum ditentukan. "Bisa berasal dari mana saja. Kalau sampai Oktober belum hujan, berarti kan musim tanam mundur. Nah, itu ada kebutuhan beras yang harus dipenuhi," Wahyu mengungkapkan.
Namun, ia kembali menegaskan belum ada tender ataupun kerja sama dengan pihak mana pun untuk melakukan impor beras. Pemerintah masih mengamati kondisi dan dampak El Nino. Kemarin, Kementerian Perdagangan dan Industri Vietnam dikabarkan mengeluarkan penyatakan telah memenangi tender kontrak penjualan beras dengan Indonesia hampir 1 juta ton. Jumlah tersebut termasuk 750 ribu ton beras dengan kadar pecah 15%.
Beras tersebut akan dikirim dalam periode November 2015 hingga Maret 2016. Bersamaan dengan itu, Vietnam juga memegang kontak penjualan 450 ribu ton beras ke Filipina. Kabar tersebut langsung mendongkrak harga beras Vietnam sebesar 3%. Pedagang beras Vietnam meyakini harga akan terus naik hingga beras terkirim ke Indonesia. Perkembangan itu mereka nanti-nanti setelah pada bulan lalu, harga beras Vietnam anjlok karena ekspor yang belum mencapai target. Vietnam merupakan eksportir beras terbesar di dunia setelah Thailand dan India. Kontrak penjualan beras dengan Indonesia juga dinanti Thailand. Harga beras asal Thailand telah terlebih dahulu naik menghadapi kemungkinan kesepakatan dengan Indonesia.
Tarik ulur Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf kalla menyatakan pemerintah berencana mengimpor beras hingga 1,5 juta ton untuk menutupi kekurangan pasokan akibat kemarau panjang. Namun, rencana itu dimentahkan Presiden Joko Widodo. Presiden menegaskan pemerintah masih menghitung-hitung dampak El Nino. Impor sangat mungkin tidak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun ini. Stok 1,7 juta ton masih mencukupi.
Angka cadangan beras tersebut mungkin bertambah lewat panen yang tersisa hingga November. Jokowi memperkirakan penambahannya bisa mencapai 300 ribu ton. Kebutuhan untuk beras sejahtera sebanyak 220 ribu ton pun tidak banyak memengaruhi cadangan. "Dikurangi saja, akhir tahun tinggal berapa. Masih ada stok," cetus Jokowi di Karawang, Jawa Barat, Minggu (27/9). Tahun ini, hingga September, Indonesia hanya melakukan impor beras khusus untuk konsumsi restoran. (E-1)