Pelemahan Rupiah bukan Efek Rush Money

Dero Iqbal Mahendra
25/11/2016 20:16
Pelemahan Rupiah bukan Efek Rush Money
()

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang hari ini, Jumat (25/11), bergerak melemah. Namun, pelemahan rupiah hari ini dan beberapa hari terakhir tidak ada kaitannya dengan isu penarikan masal uang (rush money) seperti dihembuskan belakangan ini.

Sejak pembukaan perdagangan pagi, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank terus melemah hingga penutupan perdagangan. Rupiah akhirnya ditutup di Rp13.529 per dolar AS atau turun 20 poin dari posisi sebelumnya Rp13.509 per dolar AS.

"Penarikan uang itu tidak ada, isu. Bank kita sehat dan likuditasnya juga baik. Pelemahan ini semata mata karena faktor luar negeri," tegas
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat ditemui di Surabaya, Jumat (25/11).

Agus menekankan bahwa faktor luar negeri tersebut semata mata karena faktor Presiden AS terpilih dan juga ekspektasi kenaikan Fed Fund Reserve yang semakin menguat. Hal itu mendorong volatilitas kurs rupiah yang membayangi sikap dan keputusan para pelaku pasar.

"FFR ini yang kuat, ini betul betul membuat flight to equality," terang Agus. Meski begitu Agus menekankan ini semua hanya sementara dan akan selesai bila ada kepastian dari arah kebijakan ekonomi AS.

Senada, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebut dolar AS masih melanjutkan penguatannya terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah, seiring dengan makin optimisnya investor terhadap peningkatan suku bunga AS pada Desember 2016. (Ant/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya