Apartemen Masuki Siklus Baru di 2017

Antara
25/11/2016 18:59
Apartemen Masuki Siklus Baru di 2017
(Istimewa)

SEKTOR properti tahun depan diprediksi bergerak positif. Maraknya infrastruktur berdampak positif bagi sektor properti pada 2017. Gairah properti juga ditopang oleh kebijakan pemerintah yang probisnis dan ekspektasi tinggi dari program amnesti pajak.

Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan faktor ekonomi makro seperti target pertumbuhan ekonomi di atas 5% turut membangkitkan sektor properti. Selain itu, kebijakan probisnis seperti penerbitan Keppres bagi kepemilikan properti asing yang berlaku universal menjadi faktor positif lain.

Salah satu yang ia perkirakan bakal mencatat peningkatan cukup menonjol, terutama di Jakarta ialah pasar apartemen. "Pasar properti khususnya, apartemen akan memasuki era siklus baru pada 2017, tumbuh secara gradual dan kembali menjadi ladang investasi yang prospektif," papar Anton Economy Outlook 2017, di Jakarta, Kamis (24/11).

Secara keseluruhan jumlah pasokan unit pada semester I–2016 sekitar 6.000 unit apartemen. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan pertumbuhan properti pada periode yang sama di Singapura.

"Tetapi, data statistik pasokan semester I-2016 itu juga memperlihatkan tren pertumbuhan. Investor dan konsumen properti mulai melihat peluang menggiurkan di bisnis properti,” imbuhnya.

Bagi investor maupun end user yang ingin membeli apartemen, Anton menyarankan untuk membeli yang harganya terjangkau dan berada di kawasan pengembangan baru (emerging district) seperti kawasan Cawang - MT Haryono, Jakarta Timur.

Salah satu pemicunya ialah dibangunnya berbagai infrastruktur transportasi publik yang terintegrasi di kawasan itu. Kondisi tersebut, mendorong pengembangan tren transit oriented development (TOD) atau konsep pengembangan properti yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik.

“Properti-properti disekitar atau dekat dengan mass rapid transit (MRT) atau light rail transit (LRT) punya potensi pertumbuhan harga yang luar biasa. Kenaikan harga tanah dan properti rata-rata bisa 15%-20% per tahun dalam jangka panjang,” kata Anton.

Senada, Presiden Direktur Pikko Land, Nio Yantony mengatakan kawasan sekitar Cawang-MT Haryono sangat prosepktif karena merupakan pintu masuk (golden gate) pergerakan masyarakat yang tinggal di Cibubur, Depok, dan Bekasi. Pembangunan infrastruktur tol Becakayu dan LRT yang direncanakan selesai pada 2018, akan mengerek harga lahan dan properti.

“Kami punya kawasan hunian Signature Park Grande terintegrasi dengan TOD yang dikelilingi infrastruktur yang mendukung kegiatan pemiliknya seperti pusat perkantoran, pusat perbelanjaaan maupun stasiun transit," ucap Yantony.

Ia menambahkan TOD yang dikembangkan pemerintahan Kota Jakarta dan berdekatan dengan kawasan Signature Park Grande akan menciptakan ruang kota yang lebih hidup yang berorientasi pada para pejalan kaki dan pengguna transportasi publik.

Pikko Land melalui anak usahanya saat ini bekerja sama dengan PJM Group dalam KSO Fortuna Indonesia mengembangkan kawasan hunian terpadu pertama di lokasi sangat strategis yaitu CBD jalan MT Haryono. Di lahan seluas 4,4 hektare (ha), Pikko Land membangun dua menara hunian The Light dan Green Signature serta pusat bisnis dan komersial.

Untuk harga dan tipe unit, apartemen The Light dan Green Signature dipasarkan dengan harga mulai Rp700 jutaan hingga Rp1,6 miliaran. Untuk pusat bisnis dan komersial seluas 44 sampai 90 m2 dipasarkan pada kisaran Rp3,3 hingga Rp6,7 milliar. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya