Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Asuransi Jasa Indonesia (persero) membayarkan klaim sebesar US$47 juta (Rp611 miliar) kepada PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk terkait dengan kebocoran pipa South Sumatra-West Java (SSWJ).
Klaim tersebut merupakan pertanggungan atas kebocoran pipa transmisi SSWJ milik PGN pada 21 Mei 2013 lalu.
"Pembayaran klaim atas pipa transmisi dilakukan bertahap, dengan total pertanggungan sebesar US$46,21 juta. Pada Juni 2015, kami membayarkan klaim US$ 8,36 juta dan pembayaran kedua US$27,9 juta pada Mei 2016," kata Direktur Teknik dan Luar Negeri Asuransi Jasindo Syarifudin saat penyerahan pembayaran itu di Jakarta, kemarin.
Sejak Juni 2015, lanjutnya, Jasindo membayarkan klaim US$8,36 juta kepada PGN dan dilanjutkan dengan pembayaran kedua, US$27,9 juta pada Mei 2016.
"Final settlement-nya kami bayar US$9,5 juta pada September 2016," katanya.
Selain itu, Jasindo membayar klaim pipa SSWJ senilai US$46,2 juta.
"Kami juga membayarkan klaim untuk asuransi kompresor jalur pipa Pagar Dewa senilai US$1,18 juta. Dengan demikian, total pertanggungan yang dibayarkan sejumlah US$47,38 juta (Rp615,94 miliar)," terangnya.
Sesuai dengan kontrak polis yang disepakati, umumnya untuk sektor migas, pembayaran klaim dilakukan setelah ada pembangunan aset kembali oleh klien yang bersangkutan.
Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PGN Nusantara Suyono mengatakan insiden kebocoran pipa yang terjadi pada 21 Mei 2013 telah ditanggulangi dan selesai pada November 2015 lalu.
"Sebelumnya, kita perbaiki secara temporer, tapi memang butuh waktu karena underwater, agak sulit untuk diperbaiki. Dua tahun kemudian kita asuransikan. Setelah cair, baru kita perbaiki permanen. Makanya klaimnya bertahap," jelas Suyono.
Jaringan pipa SSWJ merupakan suatu aset penting PGN yang mengalirkan sumber gas bumi dari Sumatra Selatan ke Jawa.
Jaringan itu merupakan aset nasional karena mengalirkan gas untuk mencukupi kebutuhan industri dan rumah tangga di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Kontribusi migas terbesar
Secara umum, pada 2015 lalu, jumlah klaim korporasi yang dibayarkan untuk class of business yang sama, kata Syarifudin, ialah asuransi maritim Rp239 miliar, penerbangan Rp1,1 triliun, migas Rp629 miliar, rekayasa (engineering) Rp59,4 miliar, serta properti Rp569 miliar.
Hingga pertengahan November 2016, Jasindo membukukan pendapatan premi hampir Rp4 triliun dengan target pendapatan premi 2016 sebesar Rp5,6 triliun.
Sektor korporasi, kata Syarifudin, masih mendominasi jika dibandingkan dengan bisnis ritel, sedangkan kontributor terbesar sektor korporasi hingga November 2016 berasal dari migas dengan porsi sekitar 25 %.
Sementara itu, untuk pembayaran klaim per Oktober 2016, Asuransi Jasindo sudah membayarkan Rp2,2 triliun dengan 40% di antaranya pembayaran klaim untuk asuransi migas.
"Kalau untuk profit kami optimistis bisa memenuhi harapan dari pemegang saham. Kontribusi ke laba masih 10% dari pendapatan premi," ungkap Syarifudin.
(E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved