Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DAHULU, di era 1990-an, teh Indonesia pernah mengalami puncak kejayaan dengan jumlah produksi terbesar ketiga di dunia.
Namun, kisah manis bagi para petani teh itu lambat laun semakin meredup.
Dari tahun ke tahun, produksi teh Tanah Air kian menurun.
Bahkan, tahun lalu dengan produksi teh sebesar 143 ribu ton, Indonesia hanya menempati posisi produsen terbesar ketujuh di dunia.
Apa penyebabnya?
Ketua Umum Asosiasi Teh Indonesia Dede Kusdiman menyebut penurunan produksi teh secara kontinyu itu disebabkan area lahan teh kian menyusut.
Selain itu, tidak adanya tanam ulang (replanting) kebun teh.
"Produktivitas kita menurun karena tidak ada replanting. Lihat saja teh dari PTPN VIII yang 20% tanamannya sudah berumur lebih dari 100 tahun. Kebun teh rakyat juga perlu replanting karena populasinya rendah dan tanaman sudah lama," ucap Dede dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.
Lesunya produksi mau tidak mau berdampak pula pada penurunan ekspor teh Nusantara di pasar global.
Pada tahun lalu, misalnya, nilai ekspor teh mencapai US$126,4 juta dengan volume 62,7 ribu ton.
Namun, pada periode Januari-September 2016, nilai ekspornya 'hanya' US$86,35 juta atau turun 17,21% dari periode sama tahun lalu.
Di saat sama, impor teh ke Indonesia justru meningkat. Data dari BPS menyebut nilai impor teh selama Januari-Oktober 2016 mencapai US$26,2 juta dengan volume 19,85 ribu ton.
Jumlah itu naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$19,9 juta dan volume 11,2 ribu ton.
Di luar faktor domestik, Dede menilai kelesuan ekspor teh juga disebabkan produksi teh dunia sedang oversupply.
Karena itu, negara importir membuat kebijakan ketat untuk komoditas teh.
Kendati demikian, Dede masih menyimpan harapan ekspor teh Indonesia bisa meningkat.
Bila pemerintah bisa berdiplomasi dengan negara importir untuk melonggarkan syaratnya, dia optimistis ekspor teh naik.
Promosi kurang
Senada, Ketua Umum Dewan Teh Indonesia Badruddin menilai akar persoalan lesunya ekspor teh Indonesia saat ini lebih disebabkan produksi teh yang tidak konsisten dan promosi yang belum memadai.
Dia mengatakan produksi yang tidak stabil bisa membuat teh Indonesia terlupakan karena kondisi teh di pasar global kian membeludak.
Karena itu, dia menyarankan Kementerian Perdagangan lebih gencar mempromosikan teh Indonesia ke berbagai negara agar pangsa pasar tidak direbut negara eksportir teh lain.
Negara pesaing itu antara lain Tiongkok, India, Kenya, Sri Lanka, dan Vietnam.
"Produksi dan promosi harus segera dibenahi. Kalau itu dibenahi, saya yakin ekspor teh kita kembali meningkat."
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Dody Edward melihat ada potensi ekspor teh Indonesia kembali naik karena permintaan pasar global meningkat 3% per tahun.
"Kita inginnya, ekspor teh kita punya nilai tambah lebih besar, yakni berbentuk produk olahan. Pengemasan pun harus lebih menarik. Kita juga terus mempromosikan teh lewat perwakilan kita di kedutaan dan atase perdagangan," imbuh Dody.
(X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved