Sosialisasi KUR ke Nelayan Minim

Andhika Prasetyo
21/11/2016 16:50
Sosialisasi KUR ke Nelayan Minim
(ANTARA/DEWI FAJRIANI)

KETUA Serikat Nelayan Tradisional Kajidin berharap evaluasi penyaluran dan penerapan kredit usaha rakyat (KUR) yang kini tengah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar lebih fleksibel dan benar-benar dapat diaplikasikan dengan baik di lapangan.

"Kami menyambut baik, tetapi kami harap penerapannya benar-benar dijalankan dengan sebagaimana mestinya, karena yang terjadi di lapangan itu kerap tidak sesuai seperti apa yang dibicarakan," ujar Kajidin saat dihubungi Media Indonesia, Senin (21/11).

Ia mengatakan masih banyak nelayan yang tergabung dalam Serikat Nelayan Tradisional yang tidak mendapatkan akses perbankan.

"Ada beberapa yang dapat, tapi tidak banyak. Itu pun pinjamannya hanya sekitar Rp5-10 juta. Itu dipakai untuk memperbaiki jaring atau membuat kapal kecil," terangnya.

Ia menyebutkan minimnya akses perbankan nelayan disebabkan oleh kebiasaan para nelayan itu sendiri yang merasa tidak terbiasa memiliki urusan utang piutang dengan perbankan.

Hal itu, lanjut Kajidin, diperparah dengan begitu rendahnya tingkat sosialisasi yang dilakukan pemerintah atau perbankan dalam mempromosikan pembiayaan melalui sistem KUR.

"Pelayanannya sangat kurang dan dalam pelaksanaannya kerap tidak semudah yang diimpikan. Itu yang membuat para nelayan enggan," imbuhnya.

Ia memaparkan para nelayan cenderung lebih sering melakukan peminjaman ke tengkulak setempat yang dianggap lebih mudah dan cepat. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya