6.000 Yacht Ditargetkan ke Indonesia

Jes/B-1
21/11/2016 06:45
6.000 Yacht Ditargetkan ke Indonesia
(Antara/HO)

PEMERINTAH menargetkan kedatangan kapal pesiar asing hingga 6.000 pada 2019 seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No 105/2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata Asing, tahun lalu.

Asisten Deputi Jasa Kemaritiman Kemenko Bidang Kemaritiman Okto Irianto menyatakan, pada 2014 kunjungan kapal pesiar ke Indonesia hanya sekitar 750.

"Kapal pesiar dulu sulit masuk ke Indonesia karena mereka harus punya surat izin dari tiga kementerian, yakni Kementerian Luar Negeri, TNI, dan Kementerian Perhubungan. Sekarang, pemilik kapal pesiar asing cukup registrasi melalui internet di http://Yachters-indonesia.id," papar Okto saat berbincang dengan media di Denpasar, akhir pekan lalu.

Kemudahan izin itu sudah diapresiasi para pemilik kapal pesiar karena banyak wisatawan asing dan lokal yang ingin berwisata secara eksklusif dengan kapal tersebut ke berbagai pulau di Indonesia.

"Indonesia itu ialah tempat tujuan yachter (pemilik kapal pesiar) nomor satu di dunia yang ingin ditujui. Sekarang yachter terbesar itu di Karibia dan Mediterania. Tujuan utama mereka ke Panama, sekitar Monako, Yunani, dan Thailand," jelasnya.

Para yatcher ingin mengunjungi Indonesia karena alam Indonesia sangat kaya, baik di daratan maupun lautan. Selain itu, iklim di Indonesia sangat mendukung mereka untuk berkunjung kapan pun dan relatif aman dari pembajakan.

"Kita sebenarnya saingan dengan Filipina dan Thailand, tapi kapal pesiar tidak mau ke Filipina karena ada bajak laut," kata Okto.

Untuk mencapai target kunjungan pada 2019, Okto mengatakan pemerintah sudah menambah pintu masuk pelabuhan untuk kapal pesiar asing.

Saat ini sudah ada 19 pintu masuk pelabuhan untuk kapal pesiar asing sesuai dengan Perpres No 105/2015 dan penambahan satu pintu masuk di Tanjung Kelayang.

Sejumlah 18 pelabuhan yang bisa digunakan untuk keluar masuk kapal pesiar asing ialah Pelabuhan Sabang, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Nongsa Point Marina, Pelabuhan Banda Bintan Telani, dan Pelabuhan Tanjung Pandan.

Selain itu, Pelabuhan Sunda Kelapa dan Ancol, Pelabuhan Tanjung Benoa, Pelabuhan Tenau, Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Tarakan, Pelabuhan Nunukan, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Saumalaku, Pelabuhan Tual, Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Biak.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya