BI: Inflasi Bahan Pangan Tinggi

Fathia Nurul Haq
18/11/2016 18:02
BI: Inflasi Bahan Pangan Tinggi
(ANTARA/Rosa Panggabean)

TINGGINYA curah hujan selama triwulan IV-2016 memicu pergerakan inflasi bahan pangan. Hingga minggu ketiga November, survei Bank Indonesia menunjukkan inflasi terpantau sebesar 0,39%.

Hal itu dikemukakan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat ditemui seusai ibadah sholat Jumat di kantornya, Jumat (18/11). "Inflasi minggu ketiga kelihatan ada tekanan inflasi kurang lebih 0,39%," ungkap Agus.

Komoditas yang mengalami inflasi antara lain cabai dan bawang serta komoditas hasil pertanian yang terimbas curah hujan tinggi.

"Di periode sekarang ada La Nina, yaitu masa basah yang berkelanjutan, dan kondisi basah banyak hujan ini dampaknya kepada produktivitas pangan," imbuhnya.

Gagal panen juga memperparah tekanan terhadap inflais. "Kondisi khusus misalnya di daerah Sumatra Utara ada virus kuning yang berpengaruh gagalnya panen cabai, ini membuat kondisi ketersediaan cabai di pasar terbatas dan membawa tekanan di inflasi," sebut Agus.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BI akan terus berkoordinasi untuk memastikan inflasi masih terjaga. Kendati terbilang tinggi, inflasi tahun ini diprediksi tidak akan melampaui 3,5%.

"Kalau sepanjang tahun kami perkirakan inflasi sebesar 3%-3,2%," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya