Sambut Hari Konstruksi Nasional, Indocement Awards Digelar

Tesa Oktiana Surbakti
11/11/2016 20:05
Sambut Hari Konstruksi Nasional, Indocement Awards Digelar
(MI/Ramdani)

INDUSTRI semen memiliki prospek yang cerah seiring masifnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Semen pun menjadi komoditas strategis lantaran memegang peranan penting dalam komponen proyek infrastruktur, perumahan, jalan, dan prasarana lainnya.

Meski fluktuasi perekonomian sempat menggoyang keberlanjutan industri kimia dasar tersebut, PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk tetap menunjukkan ketangguhannya. Kapasitas produksi dari total 13 pabrik semen mencapai 25 juta ton.

Salah satunya ditopang pabrik P14 terintegrasi dengan teknologi brownfield di kawasan pabrik Citeureup, Bogor, yang baru diresmikan Oktober lalu. Pabrik baru itu berkapasitas produksi 4,4 juta ton per tahun dan menelan investasi total Rp5,5 triliun.

"Pabrik P14 ini menjadi pabrik semen terbesar di Indonesia. Tidak hanya mengusung kecanggihan teknologi, tapi juga ramah lingkungan dan menerapkan efisiensi energi," ujar Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya, Jum'at (11/11).

Christian optimistis kehadiran pabrik baru itu dapat mencukupi kebutuhan semen nasional yang sempat defisit beberapa tahun lalu. "Sayangnya memang kita butuh waktu agak lama untuk membangun pabrik P14, makanya tahun lalu semen kekurangan banyak," imbuhnya.

Optimisme Indocement dalam menangkap peluang besar industri semen, dituangkan dalam 'Indocement Awards 2016' di Hotel Shangri-La, Jakarta. Gelaran ini merupakan ajang peningkatan kualitas dan daya saing Indonesia, khususnya di bidang konstruksi. Acara penghargaan yang memasuki tahun kelima itu mengusung tema 'Membangun Indonesia Kokoh'.

"Sebenarnya industri semen juga penuh tantangan, kami sempat dilematis mau melanjutkan acara ini atau tidak. Tapi akhirnya kami bertekad tetap menyelenggarakan, apalagi Indocement punya riwayat hidup yang lama," tutur Christian seraya mengingatkan gelaran itu bertepatan dengan jatuhnya Hari Konstruksi Nasional.

Terdapat enam kategori pada perhelatan tahunan tersebut, yakni Indocement Contractor Award, Indocement Development Award, Writing Competition, Architectural Design Competition, Fabricated House Competition dan Concrete Competition. Selain pemberian penghargaan kepada kontraktor dan developer yang dinilai mumpuni, Indocement turut menyematkan penghargaan kepada masyarakat umum dan mahasiswa.

"Tingginya kreativitas peserta merupakan hal yang menggembirakan. Artinya, masyarakat semakin kreatif dalam menuangkan ide-idenya. Ke depan, semoga hasil kreativitas dapat dimanfaatkan oleh para penentu kebijakan dalam penataan ruang publik," harap Christian.

Dalam kesempatan sama, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit menuturkan pemerintah tengah mengkaji beberapa industri pionir yang memiliki nilai strategis dan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Di antaranya ialah industri pupuk, baja dan tekstil berikut produk tekstil. Namun, sambung dia, tidak menutup kemungkinan industri lainnya termasuk industri semen, bisa masuk ke dalam golongan pionir.

"Menghadapi perdagangan bebas, industri nasional perlu lakukan penetrasi daya saing. Begitu juga penting bagi industri semen untuk kembangkan teknologi dengan lembaga peneliti, mahasiswa hingga konsumen," tukas Achmad. (Adv/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya