Bursa Menyusut, Rupiah Melemah

Fathia Nurul Haq
11/11/2016 19:09
Bursa Menyusut, Rupiah Melemah
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami depresiasi sebesar 4,01% pada perdagangan Jumat (11/11). Indeks komposit itu terjun 218,3 poin menjadi 5.231,9.

Depresiasi secara konstan terus terjadi sejak perdagangam dibuka. Sebanyak 51 saham naik, 266 saham turun, 65 saham tidak bergerak, dan 191 saham tidak ditransaksikan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi investor Rp189,16 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp10,46 triliun dan negosiasi Rp178,7 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp3 triliun.

Sebanyak delapan dari total 10 indeks sektoral melemah, dipimpin sektor aneka industri yang turun -6,57% dan manufaktur yang turun -5,32%.

Dari Asia, mayoritas indeks saham juga terkoreksi signifikan. Indeks Kospi di Korsel melemah -0,91% dan Hang Seng di Hong Kong terkoreksi -1,35%, sedangkan Nikkei225 di Jepang naik +0,18%.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah terkoreksi -245 poin (-1,86%) ke Rp13.383 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.233-Rp13.873.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS terpilih, dan ketidakpastian naik atau tidaknya suku bunga The Fed, membuat pasar berspekulasi dan menyebabkan kurs mata uang sejumlah negara berfluktuasi tajam, bahkan terdepresiasi.

Ia menjelaskan, saat ini pelaku pasar sedang banyak yang berspekulasi. Terpilihnya Donald Trump menimbulkan sejumlah kekhawatiran. "Karena hal itu, pelaku pasar menjual obligasi mereka, apalagi kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah di Indonesia sangat besar. Namun, ini hanya semata-mata spekulasi yang belum terjadi," terang David. (Arv/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya