Pemerintah Yakinkan Gejolak Rupiah bukan Karena Fundamental

Andhika Prasetyo
11/11/2016 16:24
Pemerintah Yakinkan Gejolak Rupiah bukan Karena Fundamental
(ANTARA/M Agung Rajasa)

DALAM mencermati nilai tukar rupiah yang sempat merosot tajam pada Jumat (11/11), pemerintah mengaku tengah mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hal tersebut.

"Kami masih akan melihat perkembangan pasar dan terus mengikuti perkembangan yang ada," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/11).

Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, perkembangan rupiah bersama indeks harga saham gabungan dan surat berharga negara memang sangat dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi secara regional maupun global, termasuk situasi politik di Amerika Serikat (AS).

"AS adalah negara besar, apa pun yang dilakukan dan diputuskan di sana, walaupun hanya pernyataan, pasti akan memberikan pengaruh," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan akan melakukan berbagai upaya guna meyakinkan pasar bahwa kondisi fundamental perekonomian Tanah Air tengah baik-baik saja.

"Rupiah itu kan dilihat dari sisi permintaan dan penawaran. Kalau dari sisi permintaan, seperti kebutuhan impor, kebutuhan membayar utang dan seluruh eksposur utang, kami lihat tidak ada alasan untuk khawatir karena permintaan itu bisa dipenuhi dengan persediaan yang ada."

Ia juga membantah anggapan yang menyebutkan melemahnya rupiah diakibatkan oleh berkurangnya para pemegang obligasi. Menurutnya, para investor obligasi saat ini hanya melakukan reposisi, baik dari sisi kebijakan federal reserve maupun kebijakan fiskal dari Presiden AS yang baru saja terpilih.

“Mereka hanya melakukan reposisi dari sisi relatif harga yang dimiliki dan prospek apa yang mereka lihat. Mereka melihat mana yang risikonya lebih besar atau lebih kecil,” ujar Sri Mulyani.

Hari ini rupiah diperdagangkan sangat fluktuatif, bahkan sempat menembus Rp13.865/US$ tak lama setelah perdagangan dibuka, pagi tadi. Saat pembukaan pasar nilainya sudah anjlok di Rp13.450/US$. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya