Itochu Yakin Peluang Bisnis di Indonesia Sangat Terbuka

Suryopratomo
10/11/2016 20:59
Itochu Yakin Peluang Bisnis di Indonesia Sangat Terbuka
(Ist)

ORIENTASI AS untuk fokus ke dalam negeri dalam kepemimpinan Presiden Donald Trump merupakan kesempatan bagi Indonesia dan Jepang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Itochu siap memanfaatkan peluang untuk mengembangkan bisnis dengan Indonesia.

Senior Managing Executive Officer Itochu Inc, Eiichi Yonekura, menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Presdir Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir di Tokyo, Jepang, Kamis (10/11).

"Bagi kami bisnis adalah bisnis. Kami tidak pernah menetapkan berapa investasi yang akan ditanamkan. Sepanjang peluangnya baik, maka berapa pun kami pasti akan masuk untuk investasi," kata Yonekura.

Sejauh ini kontribusi Itochu Indonesia terhadap bisnis Itochu secara keseluruhan masih kecil, di bawah 5%. Oleh karena itu Yonekura melihat peluang masih terbuka untuk bisa mengembangkan bisnis di Indonesia.

"Kita lihat saja apa yang akan dilakukan Presiden baru AS dalam kebijakan ekonominya. Saya mengira, Trump akan fokus memikirkan ke dalam negeri. Ini tentunya kesempatan bagi Indonesia dan Jepang untuk mengembangkan kerja sama bukan hanya untuk pasar Indonesia, tetapi pasar ASEAN," kata eksekutif Itochu yang menangani bidang metal dan mineral itu.

Presdir Itochu Indonesia Koichi Kawaguchi menambahkan, keberadaan perusahaannya di Indonesia sudah sangat panjang. Itochu sudah mengembangkan bisnis sejak 1951.

Hanya saja investasi yang ditanamkan masih terbatas karena banyak hambatan yang dihadapi. Kawaguchi menggarisbawahi soal peraturan yang sering berubah-ubah. "Dengan 250 juta penduduk, Indonesia merupakan pasar yang luar biasa. Namun tidak mudah berbisnis di Indonesia karena peraturan yang sering berubah," kata Kawaguchi.

Ia berharap berbagai ketidakpastian itu bisa dipecahkan agar Indonesia bisa berkembang lebih pesat lagi. Itochu sangat berharap bisa menjadi bagian kemajuan Indonesia.

Itochu berterima kasih proyek kerja sama pembangunan pembangkit listrik di Batang, Jawa Tengah akhirnya bisa dimulai. Sudah hampir 6 tahun proyek pembangkit listrik 2 x 1.000 Mw terkendala masalah lahan. "Mudah-mudahan akhir 2019 pembangunan bisa selesai dan Mei 2020 bisa masuk ke dalam pasokan listrik nasional," kata Boy Thohir.

Proyek pembangunan pembangkit listrik tersebut menelan biaya US$ 4,2 miliar. Proyek dimiliki hampir merata oleh PT Adaro, Itochu Indonesia, dan J-Power Jepang. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya