Grab Tawarkan Inisiatif Pengurang Kemacetan

Irana Shalindra
09/11/2016 18:59
Grab Tawarkan Inisiatif Pengurang Kemacetan
(Ist)

GRAB Indonesia, penyedia aplikasi tranportasi daring, ingin menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membantu mengurangi kemacetan lalu lintas Ibu Kota. Kerja sama itu berupa penyediaan data real time pergerakan para pengemudi Grab di jalanan Jakarta.

"Data itu nanti bisa disinergikan dengan sistem pengaturan lalu lintas pada Jakarta Smart City," ujar Head of Government Affairs Indonesia Grab, Tri Sukma Anreianno, di sela forum Dialog Media Dialog Indonesia-Jerman yamg dihelat Kedutaan Besar Jerman dan Yayasan Friedrich Naumann Stiftung fuer die Freiheit, di Jakarta, Rabu (9/11).

Menurut Tri, kerja sama semacam itu sudah lebih dulu diuji coba di Filipina sejak April lalu. Di sana, Grab bermitra dengan Bank Dunia dan Metro Manila dalam program OpenTraffif Iniative.

"Bank Dunia yang membuat platformnya, kami mengisi datanya," jelas Tri.

Data yang dihimpun dari para pengemudi Grab akan digunakan sebagai bahan analisis sekaligus visualisasi kondisi lalu lintas. Bahan itu kemudian dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengatur lalu lintas, rekayasa, dan sebagainya.

"Terutama untuk pengaturan lampu lalu lintas. Umpama, dari data tadi, kelihatan di titik A setiap pukul 4 sore macet panjang. Nanti bisa direspons, misalnya dengan menambah frekuensi lampu hijau," ia mencontohkan.

Soal privasi, lanjut Tri, data yang diberikan kepada regulator sebatas ikon-ikon pergerakan lalu-lintas para pengemudi. "Anonim. Tidak ada nama atau nomor pelat atau data pribadi lain," kata dia.

Ia mengaku wacana kerja sama itu telah disampaikan secara informal kepada Gubernur DKI Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu dan direspons baik. Dalam hitungan pekan, pihaknya akan menyambangi Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk bisa mengelaborasi peluang kerja sama itu lebih lanjut. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya