Pemerintah Klaim Stok Cabai dan Bawang Merah Aman

Andhika Prasetyo
07/11/2016 18:03
Pemerintah Klaim Stok Cabai dan Bawang Merah Aman
(ANTARA/Ivan Pramana Putra)

PEMERINTAH menjamin ketersediaan bawang merah dan cabai aman hingga akhir tahun, termasuk pada musim libur Natal dan tahun baru.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan bawang merah pada November dan Desember masing-masing 82.363 ton dan 82.169 ton dengan perkiraan ketersedian mencapai 103.667 ton dan 101.897 ton.

Adapun, untuk kebutuhan cabai rawit merah pada dua bulan yang sama sebesar 53.810 ton dan 54.346 ton dengan total ketersediaan 68.816 ton dan 78.167 ton.

“Persediaan ada, termasuk untuk Natal dan Tahun Baru juga. Kami telah lakukan sistem manajemen tanam. Untuk bawang merah, kebutuhan November dan Desember sudah ditanam sejak dua bulan sebelumnya, kalau cabai tiga bulan sebelumnya," ujar Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sudjono.

Khusus untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Jabodetabek, pemerintah menggandeng mitra-mitra strategis yang disebut Champion untuk membantu memasok cabai seberat 8 ton hingga 10 ton per hari dan bawang merah 7,5 ton per hari.

“Kami sudah tawarkan. Kami punya petani yang bisa memfasilitasi pasokan bawang merah dan cabai. Kami harap mereka bisa mendapat penugasan di sini untuk memasok langsung entah ke Perum Bulog atau perusahaan BUMN lainnya atau PD Pasar Jaya atau Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas)” tutur Spudnik.

Usulan itu diutarakan agar para petani yang tergabung di dalam kelompok Champion tidak menjual hasil panen mereka ke tengkulak sehingga rantai pasok yang menyebabkan tingginya harga kebutuhan pokok bisa terpotong.

Saat ini, walau belum ada regulasi khusus yang mengatur penugasan Champions, mitra Ditjen Hortikultura itu sudah mulai memasok bawang merah dan cabai ke wilayah Jabodetabek.

Untuk harga cabai rawit merah, harga dari petani dihargai Rp17 ribu/kg dan dijual di tingkat ritel dengan harga Rp29 ribu/kg. Adapun, Bawang merah di tingkat petani Rp22.500/kg dan di tingkat ritel Rp32.000/kg.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya