Pengangguran Turun, Salah Satunya Berkat Ojek Online

Adhi M Daryono
07/11/2016 16:58
Pengangguran Turun, Salah Satunya Berkat Ojek Online
(AP)

Hingga Agustus 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia turun sebanyak 530 ribu orang. Adapun jumlah angkatan kerja naik 3,06 juta menjadi 125,44 juta dari posisi Agustus 2015.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut peningkatan jumlah penduduk kerja berasal dari kontribusi kenaikan penyerapan tenaga kerja di semua sektor, kecuali sektor konstruksi yang turun 230 ribu orang atau 2,80%.

"Kenaikan jumlah tenaga kerja terutama di sektor jasa kemasyarakatan 1,52 juta atau 8,47%, sektor perdagangan sebanyak 1,01 juta orang atau 3,93% dan sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebanyak 500 ribu orang atau 9,78%," ujar Suhariyanto saat memaparkan hasil rilis BPS di kantornya di Jakarta, Senin (7/11).

Suhariyanto mengatakan, salah satu pendorong meningkatnya lapangan pekerjaan, di sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi yang naik 9,78% ialah berkembangnya industri transportasi berbasis daring.

"Betul kalau dilihat kenaikan di sana terjadi untuk angkutan ojek motor, dan angkutan bermotor lainnya," ujarnya.

Kemudian lanjut Suhariyanto, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Agustus 2016 mencapai 7,03 juta orang. Menurutnya TPT tersebut setara 5,61% dari total jumlah rakyat Indonesia.

"Tujuh juta ini orangnya bukan itu-itu saja. Mobilitas tinggi orang kerja memutuskan berhenti karena menjadi bukan angkatan kerja, seperti ibu-ibu memutuskan jadi ibu rumah tangga begitu juga sebaliknya," jelasnya.

TPT untuk pendidikan SMK menempati posisi tertinggi 11,11%, disusul TPT SMA 8,73%. TPT terendah pada tingkat pendidikan SD ke bawah 2,88%.

"Hal itu karena mereka cenderung mau menerima pekerjaan apapun, sementara mereka yang berpendidikan tinggi lebih cenderung memilih pekerjaan yang sesuai," jelas Suhariyanto

BPS pun mencatat pada Agustus 2016 sebanyak 42,40 % penduduk bekerja di sektor formal dan 57,60% bekerja pada kegiatan informal. "Dibandingkan kondisi Agustus 2015 persentasi pekerja informal turun dari 57,76% menjadi 57,60%," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya