Donald Trump Lebih Menakutkan Investor Saham

MI
03/11/2016 10:38
Donald Trump Lebih Menakutkan Investor Saham
(AP/Carline Jean)

AKSI unjuk rasa yang digadang-gadang berskala masif pada esok hari tidak akan berdampak signifikan terhadap performa pasar modal. Analis saham Reza Priyambada menilai demo yang diinisiasi kelompok Front Pembela Islam (FPI) tersebut tidak akan mengusik kinerja bursa saham.

"Jadi jangan melihat dengan adanya demo, (kalaupun bursa turun), bisa jadi karena lebih kepada faktor ekonominya," ungkap Reza saat dihubungi Media Indonesia, kemarin (Rabu, 2/11). Bila memang indeks saham menurun, ia memprediksi itu lebih disebabkan sentimen negatif dari global.

"Kita lebih khawatir kepada pemilu di Amerika Serikat. Bila yang menang pemilu Donald Trump, itu lebih mengkhawatirkan daripada FPI," pungkas Reza. Pemilu di AS akan berlangsung pada Senin, 8 November waktu setempat.

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyarbaini juga memperkirakan unjuk rasa besok tidak memengaruhi bursa saham.

"Saya kira tidak banyak berpengaruh ke bursa. Demo hal biasa terjadi, tapi kita tetap antisipasi," ucapnya kepada Metrotvnews.com, kemarin.

Menurut Hamdi, demo merupakan hal lumrah karena Indonesia merupakan negara demokrasi. "Akan tetapi, kita tetap antisipasi," ucapnya.

Kemarin, IHSG di BEI ditutup turun 10,55 poin (0,19%) seiring dengan bursa saham di kawasan Asia yang berada dalam area negatif, menjadi 5.405,45. Sementara itu, mayoritas bursa di kawasan Asia terkoreksi lebih dari 1%.

"Menjelang pilpres AS, para pelaku pasar cenderung berhati-hati," kata Analis NH Korindo Securities Indonesia Muhammad Ikhsan Burhanuddin.

Dalam kesempatan terpisah, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap aksi demo bisa berlangsung dengan tertib dan damai agar tidak memberi persepsi buruk kepada investor.(Dro/Ant/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya