Peluang Usaha dari Warisan Boga Nusantara

02/11/2016 10:20
Peluang Usaha dari Warisan Boga Nusantara
(Ist)

BOGASARI ingin melestarikan warisan boga Nusantara sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat sebagai suatu peluang usaha yang sangat potensial. Divisi PT Indofood Sukses Makmur Tbk tersebut kali ini fokus pada produk makanan berbasis terigu yang sudah dikenal secara turun-temurun di Tanah Air.

Kita mengenal banyak makanan berbasis terigu yang menjadi makanan atau sekadar oleh-oleh khas daerah tersebut. Sebut saja mi aceh dari Aceh, mi gomak atau mi lidi dari Sumatra Utara, bolu meranti dari Medan, roti buaya khas Betawi dari Jakarta, bakpia dari Yogyakarta, surabi dari Bandung, martabak kubang dari Padang, kue balok dari Bandung, dan masih banyak lagi.

Karena itu, Senior Vice President Commercial Bogasari Hans Ryan Aditio menyampaikan bahwa pihaknya kembali berencana menggelar Bogasari Expo 2016 di Balai Kartini Jakarta pada 16-18 Desember 2016 bertepatan dengan HUT ke-45 Bogasari. "Bogasari Expo merupakan perhelatan beragam kuliner berbasis terigu yang sidah digelar Bogasari sejak 1999. Bogasari Expo menjadi ajang interaktif para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) makanan berbasis terigu dengan masyarakat/konsumen," ujar Hans di Kidzania, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam Bogasari Expo 2016 nanti, pihaknya akan memaparkan potensi usaha yang bisa digali dari keanekaragaman warisan boga Nusantara berbasis terigu. Ada 50 UKM mitra binaan Bogasari dari wilayah Jakarta dan sekitarnya yang akan membuka stan di acara tersebut. Sekadar informasi, Bogasari kini memiliki UKM mitra binaan sekitar 54 ribu unit.

Tidak hanya memperkenalkan produk warisan boga Nusantara, Bogasari juga membuat pelatihan cara membuat setiap makanan khas daerah kepada para pengunjung. Boga Class menjadi wadah untuk berdiskusi, menggali, dan berbagi informasi seputar potensi kuliner, khususnya yang berbasis terigu. Bogasari Expo 2016 ditargetkan mampu menarik 20 ribu pengunjung.

Pengunjung bisa mengikuti pelatihan berupa praktik langsung pembuatan aneka makanan berbasis terigu. Bogasari menyiapkan 6 ruang kelas pelatihan dan 5 sesi pelatihan per kelas setiap hari. Secara total, terdapat 90 sesi kelas pelatihan yang disiapkan. Hans berharap masyarakat semakin aktif mengikuti kelas pelatihan baking dan kian banyak melahirkan wirausaha makanan baru.

Masih banyak mata acara lain yang disiapkan di Bogasari Expo. Antara lain Baking Demo, Boga Kids, Boga Kitchen, Boga Food Parade, Boga Entrepreneurship, Boga Hunt, Food Treasure, Food Tography, dan Food Freak. "Ini merupakan bentuk dari konsep yang diusung Bogasari Expo berupa pameran, edukasi, dan rekreasi keluarga," imbuh Hans. Terdapat ragam kegiatan di Bogex yang dapat diikuti oleh pengunjung, seperti Boga Hunt, Food Treasure, Food Tography, dan Food Freak.

Sampai acara Bogasari Expo berlangsung di akhir tahun ini, Bogasari mengajak masyarakat mengikuti terlebih dulu Boga Hunt, Food Treasure, Food Tography, dan Food Freak. Boga Hunt merupakan kompetisi untuk mencari tokoh pelestari warisan kuliner khas Indonesia berbasis terigu, khususnya Bogasari. Tokoh ini dinominasikan karena dinilai telah berhasil melestarikan warisan kuliner khas Indonesia dan menjadikan produknya bernilai tambah dengan kreasinya.

"Boga Hunt akan diselenggarakan di lima kota besar yakni Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Mekanisme pemilihan menggunakan voting di www.bogasariexpo2016.com. Semua peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam kompetisi ini. Peserta terbaik setiap kota akan saling bersaing dalam babak final Boga Hunt pada saat pelaksanaan event Bogasari Expo di Jakarta," urai Hans.

Di Food Treasure, masyarakat dapat ikut serta dengan mengabadikan gambar kuliner khas Indonesia yang berbasis terigu dan meng-upload-nya ke Facebook, Twitter, dan Instagram dengan #foodtreasure. Gambar terbaik dipilih dari voting terbanyak melalui www.bogasariexpo2016.com.

Pada Food Tography, para pecinta fotografi dapat berpartisipasi dengan membidik objek seputar warisan kuliner khas Indonesia berbasis terigu. Selanjutnya, gambar ini di-upload ke Facebook, Twitter, dan Instagram #foodtography. Foto terbaik hasil pilihan dewan juri mendapatkan hadiah menarik.

Terakhir, Food Freak akan mencari warga yang beruntung di momentum Car Free Day. Dengan mengenakan seragam unik bertemakan kuliner, tim Food Freak akan berkeliling membagikan pertanyaan seputar kuliner khas warisan Indonesia kepada semua peserta Car Free Day. "Peserta yang menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan Golden Ticket. Golden Tiket dapat ditukarkan dengan tiket masuk gratis, doorprize, dan suvenir menarik selama pelaksanaan Bogasari Expo 2016," pungkas Hans.

Asal tahu saja, untuk bisa menikmati beragam kuliner dan kegiatan Bogasari Expo 2016, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp20 ribu per orang. Separuh dari nilai tiket yang dibayarkan pengunjung dapat digunakan untuk menikmati aneka kuliner yang disediakan oleh UKM mitra binaan Bogasari. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya