Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BERGULIRNYA 13 paket kebijakan ekonomi dinilai sebagai upaya positif pemerintah Indonesia memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Namun, Konselor Kedutaan Besar Korea Selatan Kim Chang-yun meminta pemerintah Indonesia tidak hanya fokus menarik investor baru, tetapi juga harus menolong investor lama yang sudah berinvestasi besar di Tanah Air.
"Sayangnya, kebijakan-kebijakan itu hanya tertulis, tetapi di lapangan yang dihadapi pengusaha sepertinya tidak berjalan dengan baik," ujar Kim Chang-yun kepada media dalam acara Forum Investor Korea dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, Senin (31/10).
Ia mencontohkan, layanan perizinan 3 jam bisa didapatkan di BKPM, tetapi perizinan di luar BKPM yang masih lama dan menjadi masalah.
"Bahkan sampai bertahun-tahun untuk mendapatkan izin."
Meski begitu, ia menyampaikan pihaknya selalu berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia.
Dalam lima tahun ke belakang, investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai US$80 miliar (sekitar Rp1,08 triliun).
Lebih jauh, Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan Lee Kang-hyun menyatakan masalah pungutan liar (pungli) di bidang keimigrasian menjadi salah satu yang paling banyak dikeluhkan pengusaha 'Negeri Ginseng' dalam berinvestasi di Indonesia.
"Sebagai pengusaha atau investor, kami anggap ini kesulitan," katanya.
Di tempat terpisah, Indonesia dan Rusia kembali melaksanakan sidang komisi bersama (SKB) ke-11 di Jakarta dengan harapan bisa mendorong lebih jauh perdagangan dan investasi di masa depan.
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengakui perdagangan bilateral antara Rusia dan Indonesia pada 2015 mencapai US$1,98 miliar atau menurun 25% dari 2014 yang mencapai US$2,64 miliar.
Penurunan itu dipicu pelemahan ekonomi global dan jatuhnya harga komoditas utama.
"Saya yakin di masa mendatang nilai investasi akan meningkat, terutama dengan implementasi kesepakatan strategis antara Rusia dan Indonesia," terang Darmin di Jakarta, kemarin.
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov menyambut baik upaya konsisten antara Indonesia dan Rusia dalam meningkatkan kerja sama ekonomi baik perdagangan maupun investasi dalam SKB ke-11 itu.
"Volume perdagangan Rusia-Indonesia tumbuh 7% dalam 8 bulan pertama di tahun ini. Tujuan kami mempertahankan tren positif tersebut dan termasuk kerja sama strategis dalam 30 proyek dalam roadmap, baik SDA maupun lainnya."
Dorong pertumbuhan
Menurut Darmin, realisasi investasi bisa menjadi salah satu pendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir 2016 karena kinerja ekspor ataupun impor diprediksi masih belum pulih hingga awal 2017.
Ia memperkirakan ekonomi pada triwulan III 2016 bisa tumbuh 5,0%-5,1% meski mesin pertumbuhan ekonomi domestik sedang menghadapi tantangan global. (Dro/Try/Ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved