Kuartal III, PGN Raih Laba Bersih Rp3,23 Triliun

01/11/2016 06:40
Kuartal III, PGN Raih Laba Bersih Rp3,23 Triliun
(ANTARA)

KINERJA PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk (PGN) tetap baik di tengah harga minyak dunia yang masih mengalami penurunan signifikan serta nilai tukar rupiah yang berfluktuasi.

Sepanjang sembilan bulan di 2016, PGN membukukan pendapatan bersih sebesar US$2,16 miliar, naik US$17,32 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$2,14 miliar.

Peningkatan pendapatan emiten berkode PGAS tersebut terutama diperoleh dari hasil kontribusi beroperasinya pipa transmisi gas bumi Kalija I yang dilakukan PT Kalimantan Jawa Gas dan hasil kontribusi penjualan gas dari sektor hulu melalui SEI.

Sementara itu, laba operasi sembilan bulan di 2016 sebesar US$394,24 juta, sedangkan laba bersih ialah US$241,99 juta atau Rp 3,23 triliun (kurs rata-rata sembilan bulan di 2016 Rp13.328).

Sementara itu, EBITDA sembilan bulan pada 2016 ialah US$641,51 juta, naik US$27,17 juta daripada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$614,34 juta.

"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, di Jakarta, Senin (31/10).

Selama periode Januari-September 2016, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.595 juta kaki kubik per hari (mmscfd), naik ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 1.556 mmscfd.

Rinciannya, sepanjang kuartal III-2016 volume gas distribusi ialah 793 mmscfd, naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 789 mmscfd dan volume transmisi/pengangkutan gas bumi ialah 802 mmscfd, naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 767 mmscfd.

Heri mengatakan PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Menurut Heri, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional.

Pada kuartal III-2016, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 241 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.267 km atau setara dengan 78% pipa gas bumi hilir nasional. (RO/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya