Garuda Raup Profi t US$19,6 Juta

Adhi M Daryono
01/11/2016 06:20
Garuda Raup Profi t US$19,6 Juta
(ANTARA)

PT Garuda Indonesia Tbk (persero) membukukan laba bersih sebesar US$19,6 juta (Rp254,8 miliar) di triwulan III 2016.

Kendati meraup laba, keuntungan perseroan pelat merah itu sejatinya menurun 11,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015, yaitu US$22,1 juta.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo, dalam konferensi pers, di Jakarta, kemarin, ada beragam faktor yang membuat keuntungan Garuda menurun pada triwulan III.

Salah satu faktor utama ialah banyaknya biaya untuk pengembalian pesawat setelah masa sewa selesai (redelivery) serta ekspansi rute internasional.

"Menurunnya laba jika dibandingkan dengan tahun lalu disebabkan pada triwulan II 2016, perseroan harus mengeluarkan biaya besar yang masih berdampak pada kuartal III 2016," ujar Arif.

Alokasi pengeluaran tersebut ialah biaya pengembalian enam pesawat setelah masa sewa selesai (redelivery) dan investasi di rute-rute internasional.

Dia menyebutkan pengembalian empat pesawat berbadan sedang dan dua pesawat berbadan besar tersebut memakan biaya hingga US$52,2 juta.

Sementara itu, pemisahan rute London Heathrow dan Schipol Amsterdam, menurut Arif, pada tahap awal tidak mudah karena tingkat keterisian (load factor) hanya mencapai 30%-40%.

"Tiga bulan pertama sangat berat, 30%-40% isian kita ke London, tapi sekarang sudah 70%. Artinya waktu kita melakukan deployment (pengoperasian) di kuartal II itu pilihan yang tepat," imbuhnya.

Arif mengaku optimistis kinerja perusahaan akan membaik di masa depannya dengan melakukan berbagai strategi, salah satunya sky beyond dan return maximization.

"Justru saat ini kondisi kita kapasitas sudah siap terpasang. Ketika pasar sudah kembali naik, kita sudah siap. Tahun ini akan membaik sampai kuartal IV nanti," katanya.


Meningkat

Kendati pendapatan triwulan III menurun ketimbang periode yang sama pada tahun lalu, secara umum, pendapatan perusahaan (total revenues) meningkat, yaitu dari US$2,845 miliar pada 2015 (Januari-September) menjadi US$2,865 miliar pada periode yang sama 2016.

Selain itu, jumlah angkutan penumpang juga mengalami peningkatan sampai dengan kuartal III 2016, yaitu sebanyak 26 juta penumpang, atau naik 6,1% jika dibanding dengan periode yang sama 2015 sebanyak 24 juta penumpang.

Pada ada kesempatan terpisah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani kesepakatan bersama dalam rangka kerja sama pengembangan sistem teknologi nasional di sektor transportasi.

Lingkup kerja sama tersebut meliputi pengkajian dan penerapan teknologi sistem sarana dan prasarana transportasi serta peningkatan sumber daya manusia.

"Saat ini kita masih sangat bergantung pada tekonolgi dari luar negeri. Diharapkan, melalui kerja sama ini, pemanfaatan teknologi Indonesia dapat dilakukan secara mandiri dan tidak bergantung pada luar negeri," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai upacara penandatanganan kerja sama. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya