Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BELANJA secara online (daring) sudah menjadi hal biasa pada zaman ini. Tren berbelanja di dunia maya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Model berbelanja itu diprediksi akan terus menanjak, seiring dengan semakin terjangkaunya harga telepon pintar.
Dengan menggunakan gadget (gawai), yang lebih mobile, niscaya berbelanja secara daring akan lebih mudah. Namun, siapa sangka jika kebanyakan orang masih lebih suka berbelanja daring via komputer ketimbang smartphone (ponsel pintar) yang mereka miliki. Hal itu terungkap dari hasil riset yang dilakukan Adobe Digital Insights pada tahun ini.
Hasil kajian tersebut menemukan anomali tren belanja daring yang bergeser dari tahun-tahun sebelumnya, yakni transaksi daring saat ini lebih banyak dilakukan lewat komputer atau laptop ketimbang gawai pintar. Transaksi lewat gawai pintar tahun ini hanya 34% dari total transaksi online, padahal semula porsinya diprediksi mencapai 53%.
"Masalah terbesarnya sederhana, masyarakat tidak membeli lewat ponsel," ujar Direktur Adobe Digital Insight Tamara Gaffney, seperti dilansir CNBC, Jumat (28/10).
Konsumen, jelas Gaffney, memang lebih nyaman melihat-lihat barang yang menarik di toko online lewat gawainya. Namun, saat akan membeli, mereka akan mengecek lewat komputer yang memuat tampilan website yang lebih kompatibel memperlihatkan detail produk.
Navigasi website yang menyulitkan akses via gawai itu, menurut Gaffneym, menjadi masalah serius bagi produsen untuk memasarkan produk mereka. Seandainya produsen bisa membuat navigasi yang lebih lengkap dan sederhana pada gawai, niscaya konsumen akan lebih banyak membeli produk online via gawai yang mereka miliki.
"Belanja online via gawai tentu lebih mudah bagi konsumen. Kalau tampilan produk di gawai dibuat lebih mudah, tentu penjualan produk yang ditawarkan akan lebih banyak laku," ujar Gaffney memberi saran. Pemasaran produk via daring kini memang mengalami tantangan besar. Tahun ini pertumbuhan transaksi online saat musim liburan hanya beranjak 11% dari angka tahun lalu menjadi US$91,6 miliar. Padahal, tahun lalu, pertumbuhannya bisa mencapai 12,7%.
Gaffney menganalisis porsi transaksi online yang dilakukan lewat ponsel ini susut bukan hanya karena penurunan jumlah transaksi, melainkan juga nilai transaksinya. Menurutnya, ada kecenderungan masyarakat yang membeli lewat gawai ragu untuk melakukan transaksi bernilai besar.
Tren pembelian via daring menggunakan komputer tampaknya tidak serta-merta berlaku di dalam negeri. Desy, warga Jakarta berusia 26 tahun, mengaku dirinya lebih suka membeli secara daring lewat gawainya.
"Saya lebih suka lewat ponsel sih karena bisa cari-cari di sela waktu kerja. Lagi pula banyak barang bagus di Instagram," urai Desy yang menghabiskan Rp350 ribu-Rp500 ribu per bulan untuk belanja daring. Kesibukan Desy sebagai pekerja lapangan membuatnya sulit berbelanja online melalui komputer. (Fathia Nurul Haq/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved