Prospek Syariah masih Cerah

Dero Iqbal Mahendra
29/10/2016 04:30
Prospek Syariah masih Cerah
(ANTARA)

SEKTOR keuangan syariah bertumbuh kalah cepat dengan keuangan konvensional. Untuk bisa bertumbuh besar, menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, sektor keuangan syariah harus memiliki suatu identitas dan harus menunjukkan keunikan kepada pasar.

"Sektor syariah harus bisa menunjukkan bahwa dia punya identitas sendiri dan kelebihannya. Ini tidak mudah sehingga perlu waktu," kata Darmin dalam Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2016 di Surabaya, Jumat (28/10).

Darmin memandang, saat ini meski masyarakat Indonesia mayoritas muslim, mereka lebih terbiasa dengan sistem keuangan konvensional. Untuk itu produk syariah harus mampu menunjukkan kelebihan agar bisa mendorong orang mau berpindah.

Ia mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi global, aset keuangan global tumbuh dari US$1,65 miliar pada 2013 menjadi US$2 miliar pada 2016 dan kenaikan aset terbesar ada pada bank syariah. Indonesia sendiri peringkatnya naik ke posisi ke-6 dari sebelumnya posisi ke-7 dari total 48 negara. "Artinya, perkembangan keuangan syariah ini menunjukkan prospek yang cerah walaupun belum besar," kata Darmin.

Untuk mempercepat keuangan syariah tumbuh dan berkembang, kata Darmin, pemerintah mengeluarkan Perpres No 2 Tahun 2015 yang diamanatkan dengan pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), dan dalam waktu dekat akan ditandatangani Presiden.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, kemarin, para pemangku kepentingan telah melaksanakan rapat KNKS guna mempercepat pengembangan sistem keuangan syariah.

"Kita menginginkan porsi pengembangan keuangan syariah dapat lebih bertumbuh untuk bisa menyeimbangkan perekonomian Indonesia," kata Agus.

Agus memandang perlu adanya suatu dorongan untuk meningkatkan porsi ekonomi syariah jika memang untuk perbankan saja saat ini hanya 4,8%. Untuk besaran pertumbuhan dan rencana mengenai ekonomi syariah akan ditetapkan oleh Presiden. Baru selanjutnya KNKS mempersiapkan rencana pertumbuhan jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rapat tersebut membahas apa yang menjadi hambatan dalam pertumbuhan industri syariah. Namun, terkait pajak, Menkeu mengungkapkan hal itu tidak menjadi persoalan.

"Kita mengupayakan kenaikan jumlah porsi sukuk untuk korporasi sekaligus membuat pasar sukuk untuk bisa menjadi lebih dalam dan liquid agar bisa menciptakan pasar syariah yang lebih berkembang," ungkap Sri.


Berkembang

Pengamat ekonomi syariah Adiwarman Azwar Karim memandang bahwa ekonomi syariah Indonesia masih bisa berkembang ke depan. Ia mencontohkan, kewajiban pemisahan (spin-off) unit syariah dari beberapa ank konvensional akan mendorong peningkatan porsi aset bank syariah.

Begitu juga pemanfaatan dana haji diharapkan bisa diserap bank-bank syariah. "Dana haji hingga Rp80 triliun tersebut diharapkan bisa menambah kelolaan dari pendanaan di bank syariah." (Ant/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya