Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SENAYAN City sebagai pusat perbelanjaan kembali mendukung kemajuan industri fesyen Tanah Air.
Pusat perbelanjaan yang terletak di jantung Kota Jakarta itu kembali menjadi tuan rumah gelaran tahunan Jakarta Fashion Week (JFW) 2017.
Jakarta Fashion Week merupakan pekan mode tahunan terbesar di Asia Tenggara.
Acara itu merupakan platform universal bagi pelaku industri mode yang ingin dikaitkan dengan desain, gaya, dan tren mode terkini.
Kali ini, Senayan City mempersembahkan sebuah program yang mengedepankan local street fashion brand yang bertema Hype street fashion.
Ada empat merek lokal yang tergabung dalam High Street Fashion kali ini.
Mereka ialah Anye by Agnes Mo, Apparel After Dark, Hay United, dan Monstore.
Menurut CEO Senayan City Veri Setiady, pemilihan tema Hype street fashion didasari tren yang saat ini sedang berkembang di masyarakat akan pilihan ready to wear collection yang kasual dan nyaman.
Fesyen yang ditampilkan itu juga tetap memperhatikan kualitas dan dapat digunakan sehari-hari oleh pemerhati fesyen dari berbagai lapisan usia.
"Keseluruhan model busana yang terangkum dalam tema Hype street fashion sangat cocok untuk kaum urban karena memiliki model yang sederhana, tetapi tetap memiliki kualitas yang baik terutama dari segi material," tutur Veri di Jakarta, Rabu (26/10).
Hal itu, misalnya, terlihat dari koleksi Anye by Agnez Mo yang menampilkan gaya street style ala 1990-an dengan tone warna rose gold.
Koleksinya itu merupakan koleksi ready to wear spring/summer 2017 bertajuk Dream + Believe.
Kunci koleksi itu menampilkan detail berupa extra long belts, oversized satin bomber jacket, destroyed jeans, turtleneck long T-shirt, dan extra-long sleeves.
Selain itu, ada pula Apparel After Dark (AAD) yang merupakan brand lokal busana perempuan besutan Amelia Bunjamin.
Desainer lulusan Whitehouse Institute of Desain Australia itu mewujudkan perpaduan gaya streetwear dan sportwear di setiap desain yang dihasilkan.
Potongan konstruksi bahan tidak memerlukan banyak disain, tetapi tetap menunjukkan detail penting pada setiap bahan yang digunakan.
Sesuai dengan namanya, koleksi itu didominasi warna-warna netral, seperti hitam, putih dan abu-abu, dengan desain yang wearable dan cocok untuk sehari-hari.
Pribadi aktif
Hay United juga turut memeriahkan tema Hype street wear kali ini. Koleksi itu dikhususkan bagi pribadi yang aktif dengan sentuhan gaya yang edgy.
Hay yang merupakan singkatan dari hot, active, young.
Hay merupakan merek lokal yang menghadirkan busana olahraga serbaguna yang terinspirasi dari gaya hidup masyarakat perkotaan di New York.
Dengan pemilihan warna yang menyala seperti merah, biru, dan hitam dan menggunakan bahan kaus yang nyaman, koleksi itu siap menemani gaya sporty saat berolahraga.
Koleksi Monstore yang eksis sejak awal 2009 lalu memiliki ciri khas dalam setiap desainnya yang selalu memiliki cerita dan makna tersendiri.
Koleksi Monstore itu banyak dikhususkan untuk kaum pria dengan banyak menampilkan koleksi busana bernuansa hitam.
Di antaranya celana pendek berpadu oversized pullover dan T-shirt sleeveless yang nyaman dan gaya.
Keseluruhan merek yang termasuk tema Hype street fashion itu sangat cocok digunakan kaum urban dari segala usia.
Model-model baju yang dikeluarkan keempat merek lokal tersebut merupakan tren yang sedang berkembang sehingga dapat memperkaya jenis fesyen kaum urban. (Rizka Maghfira/S-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved