Jalankan Satu Harga BBM, Jonan: Pertamina Enggak akan Rugi

Tesa Oktiana Surbakti
27/10/2016 19:25
Jalankan Satu Harga BBM, Jonan: Pertamina Enggak akan Rugi
(ANTARA)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut kebijakan satu harga bahan bakar minyak di semua wilayah Indonesia tidak akan membuat PT Pertamina (persero) merugi.

Sebelumnya memang santer diberitakan bahwa untuk menjalankan amanat dan tugas dari Presiden Joko Widodo itu, Pertamina pernah memperkirakan kerugian yang bakal ditanggung mencapai Rp800 miliar.

"Dirut Pertamina bilang akan rugi Rp 800 miliar, tapi kan keuntungan Pertamina Rp40 triliun sebelum pajak. It doesn't matter dong, karena secara keseluruhan bisnis Pertamina enggak rugi," cetus Jonan dalam media briefing di Bina Graha, Kamis (27/10).

Mantan Menteri Perhubungan ini nenegaskan lagi kebijakan 'Satu Harga BBM' tidak lain ialah untuk mewujudkan keadilan sosial mengingat sejumlah wilayah di Tanah Air harus menelan kepahitan membeli BBM dengan harga selangit, bahkan sejak Indonesia merdeka.

Dalam kesempatan sama, Kepala Staf Keperesidenan Teten Masduki mengatakan perlu kacamata berbeda dalam melihat program yang sejatinya akan diimplementasikan ke seluruh wilayah Indonesia tersebut.

"Jangan yang dilihat semata kerugian atau beban Pertamina. Harus dilihat multiplier effect dari penurunan harga BBM di sana. Kalau mau membagun trust di wilayah Papua atau terpencil lainnya, harus dimulai dari persoalan kebutuhan mereka. Ya termasuk mahalnya harga logistik yang harus diintervensi pemerintah," pungkas Teten.

sejauh ini, Jonan menyebut Kementerian ESDM tengah menyusun aturan khusus sebagai acuan teknis. "Persoalan tingginya harga BBM di wilayah Indonesia Timur serta daerah terpencil lain tidak lepas dari sejumlah faktor. Mulai dari keterbatasan akses, mahalnya ongkos distribusi hingga infrastruktur yang belum memadai."

Dalam regulasi yang ditargetkan rampung pekan depan, sambung dia, turut diatur ketentuan perhitungan margin SPBU khusus wilayah terpencil dan perbatasan yang jauh lebih tinggi dari ambang batas normal. Dengan begitu, pengusaha SPBU termasuk Pertamina dapat menjual BBM penugasan jenis solar dan premium dengan acuan harga yang sama.

Ia optimistis program 'Satu Harga BBM' efektif berjalan 1 Januari 2017 mendatang. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya