Investasi Tembus Rp155,3 Triliun di Kuartal III

Anastasia Arvirianty
27/10/2016 17:15
Investasi Tembus Rp155,3 Triliun di Kuartal III
(Ilustrasi)

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal III 2016 ini telah mencapai angka Rp155,3 triliun, atau tumbuh 10,3% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan secara year to date, BKPM mencatat realisasi investasi mencapai Rp453 triliun. Dengan demikian, hasil itu sudah mencapai 76,2% dari target investasi 2016 sebesar Rp594,8 triliun.

Deputi Bidang Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menyebut ada tiga hal yang menjadi faktor peningkatan realisasi investasi BKPM.

Pertama ialah program amnesti pajak yang dinilai berhasil sehingga dapat membawa gairah baru bagi para investor. Kedua, komitmen pemerintah untuk menjaga belanja infrastruktur, meskipun ada pemotongan APBN.

"Yang ketiga, semakin banyaknya pemda yang membentuk pelayanan terpadu satu pintu, dan diharapkan memudahkan orang berinvestasi,” terang Azhar dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/10).

Lebih lanjut, Azhar menjelaskan, untuk realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN), pada kuartal III 2016 mencapai Rp55,6 triliun, naik 16,3% dari periode yang sama tahun lalu. Untuk penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp99,7 triliun atau tumbuh 7,8%

Selain itu, berdasarkan sektor usaha, realisasi PMDN terbesar ada di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi yakni Rp12 triliun, dengan lokasi proyek terbanyak ada di Jawa Timur sebesar Rp14 triliun.

Adapun untuk realisasi PMA, berdasarkan sektor usaha yang terbesar ialah industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, yakni sebesar US$12 miliar, dengan lokasi proyek terbesar di Jawa Barat senilai US$1,6 miliar.

"Sampai saat ini, izin prinsip yang masuk juga sudah mencapai Rp1.800 triliun. Kalau bisa difasilitasi, itu potensi untuk realisasi yang besar bagi Indonesia. Sehingga kami tetap optimistis target akan tercapai, terutama di tahun-tahun ke depan," pungkas Azhar. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya