Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Central Asia (BCA) dan entitas anak membukukan kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2016. Tercatat, laba bersih bank itu meningkat 13,2% menjadi Rp15,2 triliun dari Rp13,4 triliun yang dicapai pada periode sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Pendapatan operasional yang terdiri atas pendapatan bunga bersih dan operasional lainnya juga mengalami kenaikan 15,2% dari Rp34,4 triliun menjadi Rp39,7 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan pihaknya bersyukur di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih tertahan serta lemahnya aktivitas bisnis, pihaknya dapat menutup periode kuartal ketiga 2016 dengan peningkatan pendapatan operasional yang sehat.
"Pertumbuhan ini juga didukung pertumbuhan berkelanjutan dana pihak ketiga (DPK) dan keseluruhan aset produktif yang disertai penerapan prinsip kehati-hatian dengan mengutamakan pentingnya kualitas aset," ujar Jahja di Jakarta, kemarin.
Pada kuartal ketiga, BCA membukukan DPK sebesar Rp493,1 triliun atau meningkat 6,7% yoy. Pertumbuhan itu ditopang peningkatan rekening giro dan tabungan (CASA) yang berkontribusi sebesar 78,2% terhadap total DPK.
"CASA tumbuh Rp31,7 triliun menjadi Rp385,4 atau naik 8,9% yoy. Komposisinya, dana giro tumbuh 10% yoy menjadi Rp126,2 triliun," terang Jahja.
Dana tabungan juga meningkat 8,4% yoy menjadi Rp259,2 triliun. Adapun dana deposito tetap stabil di angka Rp107,7 triliun. Peningkatan kinerja juga terlihat dari portofolio kredit yang mencapai Rp386,1 triliun atau naik 5,8% yoy.
"Kredit komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM) tercatat meningkat 4,4% yoy menjadi Rp146,5 triliun. Pun kredit korporasi yang me-lonjak 5,7% menjadi Rp133,3 triliun," paparnya. Pertumbuhan terbesar terjadi di sektor kredit konsumer yang tercatat Rp106,4 triliun atau naik 8,1% yoy.
Secara terperinci, Jahja menjabarkan, kredit pemilikan rumah (KPR) berkontribusi Rp62,2 triliun, kredit kendaraan bermotor Rp34,6 triliun, serta kartu kredit Rp9,7 triliun.
Perlambatan ekonomi yang tengah melanda tak pelak juga memberikan dampak pada peningkatan rasio kredit bermasalah atau <>non-performing loan (NPL). Pada kuartal ketiga 2016, NPL meningkat menjadi 1,5%, atau naik dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya 0,7%. Hal itu terjadi karena tren industri konsumer kerap mengalami pembayaran yang telat.(Pra/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved