Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Astra International Tbk (ASII) meluncurkan PT Astra Land Indonesia (ALI) guna memperkuat ekspansi bidang properti. PT ALI sendiri merupakan lini bisnis ketujuh yang kini dimiliki Astra, sedangkan enam lini bisnis yang lain ialah otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur, logistik, dan teknologi informasi.
"Secara outlook, di 2017 mendatang diprediksi sektor properti belum akan begitu gemilang. Namun, kami mengendus potensi berkembang dari sektor ini cukup besar," ujar Direktur Astra Property David Imam Santosa di sela-sela acara peluncuran, di Jakarta, kemarin.
Lebih jauh dijelaskan, Astra sejatinya sudah bermain di sektor properti sejak 2013 silam, dengan perintisan unit divisi properti Astra International. Unit itu kemudian membentuk lima anak usaha untuk menangani pengembangan sejumlah proyek properti. Dengan diluncurkannya PT ALI, kelima anak usaha tersebut kini berada di bawah naungan lini bisnis baru.
Seusai peluncuran, acara dilanjutkan dengan penandatanganan pembentukan perusahaan patungan antara PT ALI dan PT Mitra Sindo Makmur, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk, untuk mengakuisisi dan mengembangkan area seluas 70 hektare di kawasan Jakarta Timur senilai Rp3,4 triliun.
Sebelumnya, Astra juga sudah dalam proses membangun Menara Astra serta tiga menara apartemen yang seluruhnya berlokasi di lahan seluas 2,4 hektare di Jalan Sudirman.
Kedua proyek itu menelan biaya sekitar Rp8 triliun dan pembangunannya dimulai pada kuartal pertama 2014 serta diharapkan rampung pada awal 2018. Di samping itu, Astra juga tengah mempersiapkan proyek perumahan di kawasan Simatupang.
Berimbang
Pada kesempatan serupa, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengajak PT Astra untuk tidak melupakan pembangunan hunian yang berimbang.
Hal itu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam menjalankan bisnis barunya di sektor properti.
"Selain membangun gedung apartemen yang megah, jangan lupa (penyediaan rumah) MBR masih membutuhkan dukungan dari Astra dengan menciptakan hunian berimbang," ujar Basuki.
Basuki mengapresiasi Astra yang berani mengembangkan bisnisnya ke bidang properti yang secara langsung mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi rakyat Indonesia. Menurutnya, masuknya Astra ke bisnis properti sejalan dengan program sejuta rumah yang saat ini dikawal Kementerian PU-Pera.
"Ini sejalan dengan program kami yang diamanahi untuk menyediakan kebutuhan papan. Masih banyak backlog (ketimpangan) yang kita hadapi," kata Basuki.
Dikatakannya, saat ini pemerintah memang mendorong peningkatan keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka backlog perumahan memang sudah turun menjadi 11,4 juta unit tetapi kebutuhan rumah tiap tahun masih akan terus meningkat dan jumlahnya mencapai 800 ribu unit per tahun. Dengan demikian dapat dipastikan, ketersediaan perumahan akan selalu mengalami kekurangan.(E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved