Holding Jadi Tulang Punggung Belanja Modal BUMN

Jessica Sihite
25/10/2016 16:57
Holding Jadi Tulang Punggung Belanja Modal BUMN
(ANTARA)

PEMERINTAH sudah memutuskan untuk tidak menganggarkan penyertaan modal negara (PMN) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun depan. Karena itu, holding BUMN diyakini akan menjadi tulang punggung belanja modal (capital expenditure/capex) para perusahaan pelat merah.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut dengan pembentukan induk BUMN, anak usaha holding BUMN akan mendapat kucuran modal dari kumpulan holding itu sendiri.

"Memang itu yang kami harap, dengan holding kami harap bisa mendorong capex yang tinggi. Holding bisa meminjam atau memasukkan modal ke perusahaan yang di bawahnya untuk dapat mengembangkan usaha," papar Rini di kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/10).

Rini menyebut pada tahun depan, nilai komitmen capex BUMN mencapai Rp550 triliun. Nilai tersebut naik dari komitmen investasi tahun ini yang sebesar Rp410 triliun. Untuk tahun ini, investasi BUMN masih ditopang oleh PMN sebesar Rp44,38 triliun kepada 20 BUMN.

"Kita buat holding juga mengingat kebutuhan infrastruktur yang besar. Karena tidak ada PMN, butuh holding," tukas Rini.

Dia mengatakan capex yang besar dibutuhkan karena banyak proyek infrastruktur yang akan dibangun oleh BUMN, khususnya membangun konektivitas.

Pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi, dan gardu induk juga dinilai Rini menjadi proyek besar BUMN saat ini.

"BUMN mempersentasikan diri untuk meningkatkan investasinya di bidang infrastruktur, konektivitas terutamanya. Jadi, selain APBN, pembangunan atau pertumbuhan ekonomi dapat didorong oleh infrastruktur dari BUMN," imbuhnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya