Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk mencatatkan laba bersih Rp1,6 triliun pada akhir triwulan III 2016.
Jumlah itu melesat 32,6% dari setahun sebelumnya (year on year/yoy).
Dengan capaian itu, BTN optimistis target laba Rp2,4 triliun pada tahun ini akan terpenuhi.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan kinerja banknya tumbuh di atas rerata industri perbankan nasional.
Rerata pertumbuhan laba industri perbankan per Agustus 2016 berkisar 9,1%.
Performa BTN antara lain ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih dan pendapatan komisi.
Net interest income perseroan naik 12,9% yoy menjadi Rp5,5 triliun, sedangkan fee-based income meningkat 13,51% ke posisi Rp892 miliar.
sisi fungsi intermediasi, BTN menyalurkan total kredit Rp153,8 triliun per 30 September atau tumbuh 16,9% yoy.
Laju itu pun disebut Maryono jauh lebih tinggi daripada laju kredit secara industri yang per Agustus berkisar 6,8%.
Sesuai dengan bisnis inti BTN, porsi terbesar pembiayaan, 91%, ditujukan untuk kredit perumahan.
Di saat sama, bank pelat merah itu menekan rasio kredit seret (nonperforming loan/NPL) secara signifikan.
"NPL perseroan berada pada 3,60% atau turun dari posisi setahun sebelumnya, 4,50%," Jelas Maryono.
Menurutnya, sampai akhir 2016, BTN menargetkan NPL turun menjadi kurang dari 3%.
Karena itu, menurut Maryono, perseroan tetap fokus pada program recovery asset agar kualitas kredit perseroan dapat diperbaiki.
Sampai dengan 30 September 2016, BTN telah melakukan recovery asset sebesar Rp964 miliar.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 18,5% menjadi Rp147,5 triliun pada 2016.
Pertumbuhan DPK terbesar berasal dari produk giro.
Direktur BTN Handayani menambahkan sebagai salah satu bank persepsi dalam program amnesti pajak, nilai tebusan yang masuk ke pihaknya mencapai Rp408,7 miliar.
Dana repatriasi yang potensial masuk ditaksirnya Rp280 miliar.
"Kami akan meningkatkan di periode dua dengan memanfaatkan produk perumahan baik kelas menengah atas dan menengah bawah. Dana repatriasi yang akan disalurkan masih kepada instrumen keuangan konvensional nonbank produk dan deposit." (Try/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved