Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM pengampunan pajak (tax amnesty) yang dijalankan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan perkembangan bisnis di sektor properti. Pada akhirnya, ini ikut mendorong perkembangan bisnis, salah satunya PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE).
"Bisnis kami sangat bergantung pada pasar properti. Tahun lalu saat bisnis properti melesu, bisnis kami pun stagnan. Tahun ini ekonomi mulai bergerak lagi. Ada optimisme dari program tax amnesty. Proyek-proyek yang tahun lalu berhenti mulai jalan lagi," kata Presiden Direktur PT MJEE Christian Satrya di Jakarta.
Satrya mengungkapkan, kondisi bisnis tahun lalu cukup berat karena produksi turun hingga 30%. Padahal saat itu pabrik kedua baru saja diselesaikan. "Ini terjadi karena memang berkurangnya kegiatan di market," ujarnya.
Tercatat total produksi MJEE pada tahun lalu hanya mencapai 500 unit, jauh lebih rendah dibandingkan produksi 2014 yang mencapai 700 unit. Untuk tahun ini diharapkan bisa meningkat menjadi 600-650 unit. "Memang belum sebaik 2014, tapi setidaknya lebih baik dibanding 2015," jelas Christian Satrya,
Dia pun berharap pemerintah mampu menjaga pertumbuhan dengan program-program yang ada, salah satunya melalui tax amnesty. "Mudah-mudahan hasil tax amnesty bisa digunakan sebagai modal. Jika tidak, momentum ini hanya terjadi satu kali. Ini harus dikembangkan menjadi bola salju utuk membangun ekonomi. Optimisme pasar harus terus ditumbuhkembangkan," paparnya.
Pada tahun depan pabrik terbaru MJEE bisa beroperasi 100%, sehingga kapasitas produksi bisa ditingkatkan sebanyak 50% dibanding tahun ini. "Untuk gedung pabrik sudah diselesaikan dan sebagian besar peralatan
sudah kami realisasikan juga tinggal beberapa mesin. Jadi, sekarang progresnya sudah mencapai 70% dan tahun depan pabrik kedua ini sudah komplet 100%," kata Christian Satrya. Dengan peningkatan kapasitas ini,
penggunaan komponen lokal juga mengalami peningkatan, dari 20% saat ini menjadi 30%.
Dari sisi kebijakan lain, dia juga berharap pemerintah mampu mensinergikan kebijakan di bidang perdagangan dan industri. Menurut pengamatannya, saat ini aturan perdagangan jauh lebih kuat dari perindustrian. "Aturan di bidang perdagangan terkait dengan kerja sama luar negeri banyak memberikan kebebasan (free trade). Di sisi perindustrian justru belum cukup banyak stimulasi. Dampaknya, barang impor diuntungkan dibanding barang diproduksi di dalam negeri," jelasnya.
Mahalnya biaya produksi dalam negeri, kata dia, karena tingginya biaya ekonomi seperti biaya logistik dan biaya energi yakni listrik dan gas serta tenaga kerja. Ia berharap hal ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, Indonesia bisa belajar banyak dari Thailand dalam memajukan industri dalam negeri mereka.
Mitsubishi Elevator memulai operasinya di Indonesia sejak 1971, saat itu melalui PT Jaya Teknik Indonesia sebagai agen penjualan. Pada 1996, pihak Mitsubishi Electric, Mitsubishi Corporation, dan Jaya Group sepakat mendirikan perusahaan patungan yang dinamakan PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE). Pangsa pasar MJEE berada di kisaran 20%-25% di Indonesia. Ke depan diharapkan terus meningkat sampai 30%
bahkan lebih. MJEE juga dipercaya untuk mengekspor hasil produksi ke Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga ke Eropa. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved