Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN menurunkan harga gas bahan baku bagi industri pupuk menunjukkan perhatian yang besar dari pemerintah terhadap sektor pertanian.
Sebagai upaya mencapai ketahanan pangan, pemerintah telah menempatkan sektor pupuk sebagai industri strategis.
Saat ini industri pupuk terpukul dengan turunnya harga gas dunia.
Meski demikian, harga gas untuk industri pupuk tidak serta-merta turun.
Pasalnya, industri pupuk dalam negeri membeli gas dengan mekanisme take or pay (ToP), yakni minimum pembayaran gas dalam 1 tahun selama masa kontrak meskipun pemakaian gas di bawah jumlah minimum.
"Kami berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas kebijakan menurunkan harga gas. Kebijakan ini sangat bertepatan dengan kondisi yang tengah mengalami kesulitan akibat jatuhnya daya saing industri sebagai akibat tingginya biaya produksi karena harga gas yang tinggi," kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Tingginya harga gas saat ini memang membuat urea Indonesia tidak bisa bersaing karena biaya produksi urea di Indonesia sudah melebihi harga pasar internasional.
Berdasarkan data Fertecon terbaru, harga pembelian gas untuk industri pupuk di Indonesia menempati urutan ke-5 termahal dari 33 negara produsen pupuk lainnya.
Saat ini rata-rata harga gas untuk pabrik pupuk di Indonesia mencapai US$6,28 per mmbtu, sedangkan harga rata-rata gas dunia saat ini hanya berkisar US$3 per mmbtu.
Semakin turunnya harga gas telah membuat pabrik pupuk dunia beroperasi maksimal dan akibatnya terjadi oversuplai pupuk di dunia.
"Apabila harga gas bisa diturunkan hingga level US$3, industri pupuk akan dapat bersaing lagi dengan pupuk urea impor yang saat ini mulai membanjiri pasar dalam negeri," kata Aas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved