Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN melihat laju perkembangan kredit perbankan hingga triwulan III kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan kredit sepanjang tahun ini tumbuh tidak lebih dari 7% (year on year/yoy).
"Pertumbuhan kredit memang agak turun meski masih sesuai dengan mo-dernisasi di perekonomian. Pertumbuhan kredit itu mungkin kita duga di 6%-7% hingga akhir tahun ini," terang Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, kemarin.
Ia melihat arah pertumbuhan kredit lebih ke arah 7% bila range-nya dilonggarkan 7%-8%.
Meski begitu, dirinya tetap akan memantau perkembangan mengingat pada akhir tahun biasanya ada kenaikan kredit.
Dengan proyeksi tersebut, Muliaman memandang rencana bisnis bank (RBB) tahun ini akan banyak yang tidak tercapai dan membutuhkan revisi.
Secara rata rata, banyak perbankan menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 12%.
Proyeksi awal pertumbuhan kredit perbankan 2016 dari OJK ialah 12%-14%.
Bank Indonesia pun sudah mengestimasi pertumbuhan kredit perbankan tahun ini sukar mencapai dua digit.
Awal semester II lalu, BI memprediksi laju kredit tahun ini sekitar 7%-9% saja.
Untuk mendorong kredit, bank sentral terus melonggarkan kebijakan suku bunga ataupun makroprudensial mereka.
Dua hari lalu, BI bahkan kembali memangkas suku bunga acuan 7-day reverse repo rate dari 5% menjadi 4,75%.
Itu dibarengi dengan penurunan 25 bps atas suku bunga deposit facility menjadi 4% dan lending facility menjadi 5,5%.
Walakin, penurunan suku bunga kredit di level perbankan masih berjalan lamban.
Dalam menanggapi suku bunga perbankan yang masih sulit turun, Muliaman menilai hal itu berjalan bertahap karena bergantung pada kondisi ekonomi.
Seretnya kredit pun dikatakan Muliaman bukan karena faktor likuditas.
"Likuiditas tidak kering, sebab sebetulnya kredit dalam rupiah itu meningkat tinggi meski kredit valasnya menurun. Dengan pertumbuhan kredit rupiah yang tinggi, artinya aktivitas ekonomi dalam negeri sedang berkembang," kata dia.
Lebih optimistis
Dalam kesempatan berbeda, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap relaksasi teranyar dari BI akan mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan.
"Dimulai dari penurunan suku bunga deposito, kemudian tabungan, baru suku bunga kredit. Di pihak lain, Kemenkeu juga perlu mendorong suku bunga SUN (surat utang negara) turun," tutur Darmin.
Ia lebih optimistis dari OJK dengan menaksir pertumbuhan kredit masih dapat mencapai 8% pada tahun ini.
Sementara itu, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan industri perbankan tengah merasakan tekanan likuiditas.
Tidak sedikit bank sedang mengalami kenaikan rasio kredit seret (non-performing loan/NPL). Dampaknya, mereka mesti membukukan pencadangan (provisi) yang memengaruhi likuiditas mereka.
"Di sisi lain, biaya dana yang diharap turun akhir tahun nyatanya masih tinggi. Pertumbuhan kredit nasional juga melambat di level ke 7%, biasanya 15%. Pertumbuhan dana masyarakat juga melambat di level 5%, biasanya 11%-12%. Ini fenomena menarik, tidak pernah terjadi perlambatan seperti tahun ini," ucapnya dalam sarasehan panel ahli Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, di Jakarta, kemarin.
Ia berharap dana repatriasi yang masuk lewat program amnesti pajak akan memberi angin segar.
Faktor itu disebutnya akan memengaruhi apakah kredit perbankan tahun ini bisa menembus dua digit atau tidak.
(Try/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved