Lenovo Produksi Ponsel Moto Penuhi TKDN 30%

MI
21/10/2016 09:18
Lenovo Produksi Ponsel Moto Penuhi TKDN 30%
()

LENOVO mengumumkan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi lini ponsel pintar kelas premium Moto (Motorola) melalui kerja sama dengan PT TDK sebagai perusahaan perakitan.

Pemimpin Bisnis Mobil Group Lenovo Indonesia Adrie R Suhadi mengatakan, melalui kebijakan itu, Indonesia menjadi negara di luar Tiongkok yang memproduksi merek premium Moto.

Moto merupakan merek perusahaan ponsel Motorola yang diakuisisi Lenovo pada 2014 lalu dari Google. Moto diposisikan Lenovo untuk ponsel-ponsel kelas menengah atas (premium).

"Kami ingin mematahkan keyakinan bahwa produksi produk premium di luar produksi massal Tiongkok akan menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan mesin yang lebih presisi dan kontrol kualitas dan pengujian yang lebih ketat," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, kemarin (Kamis, 20/10).

Melalui pabrikasi di Indonesia, ponsel pintar Moto akan memenuhi kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 30% bagi ponsel 4G pada 2017 nanti.

Adrie menyebut pemenuhan TKDN 30% mengambil jalur perangkat keras (hardware) yaitu, hardware 70%, pengembangan dan penelitian 20%, serta perangkat lunak (software) 10%.

Menurut Andi, ponsel pintar Motorola Moto E3 Power produksi Indonesia akan meluncur pada Oktober 2016. "Ponsel pintar ini merupakan lini Moto pertama yang diproduksi di Indonesia," katanya.

Fasilitas pabrikasi Moto yang berada di Serang nantinya memiliki dua lini produksi untuk ponsel pintar kelas menengah dan kelas atas dengan kapasitas produksi 90 ribu unit per bulan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambut baik langkah Lenovo itu. Dengan memenuhi TKDN 30%, Lenovo diharapkan akan turut berkontribusi dalam pengembangan ekosistem telekomunikasi dan informatika di Indonesia.

"Saya akan terus mendorong Lenovo untuk produksi dalam negeri. Kebijakan TKDN bukan melulu meningkatkan industri manufaktur, melainkan juga yang paling utama bagaimana masyarakat juga dapat menerima manfaat," katanya. (Ant/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya