Pembangunan Dry Port Ditargetkan Menyebar

19/10/2016 10:00
Pembangunan Dry Port Ditargetkan Menyebar
(ANTARA /M AGUNG RAJASA)

PEMERINTAH terus mengoptimalkan keberadaan dry port (pelabuhan daratan) yang merupakan bagian integral dari sistem kepelabuhanan. Dry port diyakini turut berperan menekan durasi proses bongkar muat kontainer di pelabuhan (dwelling time).

Menko Bidang Maritim Luhut B Pandjaitan menuturkan pemerintah memberi peluang bagi investor swasta untuk terlibat dalam pembangunan dry port yang sejalan dengan upaya pembangunan infrastruktur di sektor arus transportasi barang. Setelah Cikarang Dry Port (CDP) yang dioperatori PT Cikarang Inland Port, pemerintah menginginkan dry port di sejumlah wilayah lain.

“Kita akan bangun lagi dry port di titik-titik lain. Nah itu kita tawarkan swasta saja, ngapain BUMN (yang garap)? Kita lihat Cikarang itu bisa jadi model. Ini bisnis yang bagus,” tuturnya dalam coffee morning bersama pers di Jakarta, Selasa (18/10).

CDP ditargetkan beroperasi optimal pada 1 Desember ketika kegiatan pemeriksaan barang di Pelabuhan Tanjung Priok akan dialihkan ke pelabuhan kering tersebut. Dengan begitu, kegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok hanya menyasar bongkar muat barang.

“Harapan kami per 1 Desember rencana pemindahaan proses pemeriksaan barang (dari Tanjung Priok ke CDP),” imbuhnya.

Ia menambahkan semestinya pembangunan dry port menyebar di sejumlah kawasan yang berdekatan kawasan industri dan pelabuhan.

Apalagi manfaat peng­operasian dry port sebagai tempat pemeriksaan (custom clearance and quarantine clearance), berikut tempat penyimpanan peti kemas, jauh lebih besar.

“Titik-titik yang akan dibuka dry port seperti Tangerang daerah barat, Bogor daerah selatan. Itu bagian pengembangan sekitar Jakarta. Lalu, di sekitar Terminal Petikemas Gedebage Bandung, ya. Sekarang masih kita kaji pengembangannya,” kata Luhut.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, jika pengalihan aktivitas clearance dari Pelabuhan Tanjung Priok ke CDP berhasil, akan diduplikasikan ke pelabuhan lain di Jawa seperti Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Tanjung Perak.
Sebelumnya, Dirut Pelindo II Elvyn G Massasya mengatakan, dengan dilakukannya proses clearance di CDP, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok dapat dipersingkat hingga dua hari.

“Untuk sampai sana, kita perlu koordinasi lagi dengan pihak Bea dan Cukai, pengelola CDP, dan menyiapkan moda transportasi yang relevan,” kata Elvyn.
Ia menambahkan alasan CDP menjadi kawasan yang lebih dahulu dioptimalisasi ialah saat ini 65%destinasi (kontainer) ada di Cikarang. (Tes/Ant/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya