APL Gelar Karpet Merah Pebisnis di Batam

18/10/2016 07:38
APL Gelar Karpet Merah Pebisnis di Batam
(Ist)

PEMBERLAKUAN Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diyakini mampu memberikan keuntungan bagi Batam. Pengembang Agung Podomoro Land (APL) ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan Batam sebagai tujuan bisnis dan investasi pascapemberlakuan MEA.

"Visi APL yakni membangun negeri tidak hanya di Jakarta, tetapi juga kota-kota utama lain seperti Batam, Medan, Balikpapan, Karawang, dan Bandung. Setiap proyek yang kami bangun, harapannya memberikan value bagi daerah maupun masyarakat. Termasuk ketika APL membangun Batam melalui Orchard Park," kata Assistant Vice President Strategic Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Agung Wirajaya.

Saat ini APL mengembangkan kawasan yang berkualitas dan sesuai dengan ekspektasi dari MEA itu. Agung memberikan contoh, pembangunan commercial area yang lebih baik dan terintegrasi merupakan produk yang dibutuhkan para pebisnis MEA.

Selain itu, APL membangun hunian yang nyaman dan praktis bagi pebisnis luar kota maupun kawasan ASEAN yang dilengkapi dengan sarana hiburan, pusat kuliner, dan shopping center. "Yang jelas, untuk pelaku bisnis MEA kami sediakan karpet merah biar dapat berusaha dengan nyaman di Batam. Lokasinya pun sangat dekat dengan Singapura, hanya perlu 40 menit dengan Ferry," kata Agung.

APL sudah menangkap peluang MEA dari jauh-jauh hari. Agung Podomoro Group melalui salah satu anak perusahaanya PT Dimas Pratama Indah membangun Orchard Park di area Batam Center, Batam. Di area seluas 42 hektare ini akan dibangun sekitar 1.200 rumah hunian, 121 ruko, 100 unit Orchard Club House dan Park Avenue (life style & entertainment center).

Salah satu unggulan Orchard Park ialah Park Avenue yang merupakan lifestyle and entertainment center di lahan seluas 2,2 hektare. Bagunan tiga lantai ini memadukan ruang terbuka publik, cafe restro district, dan hyperstore. Ada juga kebutuhan para penghuni, mulai dari salon kecantikan, spa, arena bermain anak, karaoke, apotek, hingga ATM center yang diharapkan menjadi daya tarik warga Batam.

Kawasan itu pun akan dilengkapi SOHO (small office home office) sekitar 22 unit premium ruko dengan desain facade modern full glass. Orchard Park membidik segmen seluruh orang Indonesia, khususnya yang ingin menjadikan Orchard Park sebagai home base business dan memiliki orientasi ekspor, baik di kawasan ASEAN maupun wilayah lain.

Pebisnis yang memanfaatkan fasilitas itu umumnya berasal dari wilayah Jabodetabek sekitar 40%, kemudian 40% pembeli lain dari Batam dan Kepri, dan 20% beragam seperti Surabaya, Medan, Sulawesi, dan lain-lain. Wakil Ketua Badan Pengusaha (BP) Batam Jhon Arizal sebelumnya dalam rapat bersama Panja DPR mengatakan bahwa pihaknya diuntungkan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas. "Sejauh ini kita sudah banyak menampung investor asing," sebutnya.

Tentu saja, Kepri khususnya Batam sudah sangat berpengalaman. Mereka sudah memberikan banyak kemudahan perpajakan, seperti bebas cukai dan PPN. Terkait masalah MEA, tambahnya, BP Batam tinggal melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur yang sudah direncanakan.

Pemerintah juga terus berupaya mempromosikan keunggulan Batam melalui website, selain membuka kantor perwakilan di Jakarta, Singapura, dan Jepang. Upaya lain melalui promosi ke Taiwan, Korea Selatan, dan Tiongkok. Termasuk mengadakan business gathering dengan Japan External Trade Organization (Jetro) di Singapura dan Jakarta, tahun lalu. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya